Sebelum Jatuh, Pesawat F-35A Pasukan Bela Diri Jepang Mengalami Masalah

Tandaseru – Memasuki hari ke sepuluh jatuhnya pesawat tempur mutakhir F-35A milik Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF) di Samudera Pasifik, upaya pencarian puing-puing pesawat masih terus dilakukan.

Reruntuhan yang tersisa dari pesawat tempur seharga US$126 juta itu terletak pada kedalaman sekitar 1.500 meter, termasuk perekam data penerbangan. Meski posisi bangkai pesawat sudah ditemukan, namun Hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan pilot.

Pesawat tempur siluman F-35A yang dipiloti oleh Mayor Akinori Hosomi ini putus kontak dan hilang dari radar pada Selasa (9/4) pukul 19.27 waktu setempat saat mengudara  135 kilometer sebelah timur Misawa—sebuah kota di bagian timur laut Jepang.

Dikutip dari Harian Jepang Mainichi, Menteri Pertahanan Jepang, Takeshi Iwaya mengatakan, pilot sempat melaporkan masalah dengan sistem yang berkaitan dengan bahan bakar, hidrolik, dan bagian lainnya.

Dalam upaya pencarian, AS mengerahkan pesawat intai U-2 Dragon Lady, pesawat patroli P-8A Poseidon, yang digunakan untuk mencari kapal selam, dan USS Stethem, sebuah kapal perusak yang dilengkapi dengan radar Agis.

Bahkan pembom startegis B-52 juga diterbangkan dari sebuah pangkalan udara di Guam. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan armada Rusia atau China menemukannya lebih dulu.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait