Secara Psikologi, Anak Tengah Punya Banyak Keuntungan

JAKARTA (!) – Secara psikologi menjadi anak tengah punya banyak keuntungan. Meskipun jarang diperhatikan seperti si sulung atau si bungsu, anak tengah punya banyak keunggulan secara psikologis.

Salah seorang profesor psikologi asal University of Rendlands, Catherine Salmon, Ph.D menyatakan, dengan kurang diperhatikannya anak tengah oleh orangtua, akan membuat mereka memiliki kemampuan lebih.

Berani Ambil Risiko

Studi yang meneliti perilaku anak tengah mengungkapkan sebanyak lebih dari 85 persen anak tengah yang jadi peserta cenderung mengambil risiko dibandingkan kakak ataupun adiknya.

Para ahli pun menyatakan itu akibat anak tengah yang cenderung lebih terbuka, jadi mudah menyerap pengetahuan atau wawasan baru.

Dengan kemampuan itu mereka jadi lebih bisa mengukur risiko dan membuat mereka mudah mendekati ataupun menyelesaikan masalah.

Negosiator Andal

Kemampuan ini, didapatkan para anak tengah saat mereka ingin mendapatkan sesuatu dari saudara-saudaranya yang lain tanpa memunculkan keributan diantara mereka.

Dengan kondisi tersebut yang terbiasa sejak kecil, maka membentuk kepribadian anak urutan tengah lebih mengerti cara bernegosiasi dengan baik.

Mampu Mengelola Emosi

Jadi anak tengah, terdapat tuntutan untuk mengalah pada si adik dan berbagi dengan si kakak. Dengan begitu, anak tengah terbentuk kepribadiannya untuk menjadi sosok yang mampu mengendalikan ego serta emosinya.

Profesor Salmon pun menambahkan, anak yang lahir pada urutan tengah punya potensi jadi pemimpin yang baik, pebisnis sukses, bahkan pasangan romantis.

Karena anak tengah dinilai lebih bisa memenuhi dan menyeimbangkan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhannya sendiri.

Pasangan Ideal

Catherine Salmon dalam bukunya berjudul The Secret Power of Middle Children, juga menuliskan anak urutan tengah cenderung lebih bahagia serta bisa menjalin hubungan asmara lebih romantis dan tahan lama.

Disebutkan juga di sana, anak tengah dengan empati dan kemampuan negosiasinya akan membuat dirinya punya hubungan asmara yang cukup ideal.

Tetapi, itu semua dapat terjadi berkat faktor didikan orangtua serta positifnya lingkungan keluarga.

Kumpulan Berita Terkait