Selain Wiranto Cs, Tersangka Perusuh Aksi 22 Mei juga Diperintah Bunuh Yunarto Wijaya

Tandaseru – Polisi menyebut 6 tersangka kepemilikan senjata api sekaligus rencana pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional ternyata juga diperintah untuk membunuh Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

“Mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan 1 Direktur Eksekutif Charta Politika, lembaga survei,” kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6).

Sementara itu, dalam video pengakuan tersangka, IR mengaku mendapat perintah dari mantan Kepala Staf Komando Cadangan Angkatan Darat Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen untuk membunuh Yunarto Wijaya. Dia diberi alamat dan foto Yunarto.

“Pak Kivlan keluarkan HP dan menunjukkan alamat serta foto Pak Yunarto, lembaga quick count, dan Pak Kivlan berkata pada saya, ‘Coba kamu cek alamat ini, nanti kamu foto dan videokan.’ ‘Siap,’ saya bilang,” ucap IR.

Sebelumnya, polisi mengungkapkan 6 tersangka dalam kerusuhan tersebut, termasuk adanya perintah pembunuhan. Enam tersangka yang diungkap polisi berinisial HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Mereka memiliki peran berbeda.

Dalam kasus ini, polisi menyita berbagai jenis senjata api dan rompi antipeluru, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah mata uang asing dolar Singapura yang nilainya sekitar Rp 150 juta.

Para tersangka berbagi peran sebagai leader, pencari eksekutor, eksekutor, pencari senjata api, dan orang yang menjual senjata api ilegal.

Adapun 4 tokoh nasional yang nyawanya ditargetkan ialah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, KaBIN Budi Gunawan, dan Gories Mere.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait