Selamat dari Gempa dan Tsunami, Iyas Kembali ke Pelukan Orangtua

Tandaseru – Bencana gempa dan tsunami yang menyapu Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September lalu sempat memisahkan Iyas, bocah laki-laki berusia 6 tahun, dari kedua orangtua dan keluarganya.

Setelah 9 hari sejak bencana dahsyat itu, Iyas akhirnya bertemu kembali dengan orangtua dan keluarganya. Tangis gembira pecah ketika ibu korban bertemu dengan Iyas dalam kondisi selamat dan sehat.

Iyas diserahkan langsung oleh Direskrimum Polda Sulteng Kombes Pol Dicky Budiman kepada kedua orangtuanya, Bapak Hasrat dan Ibu Ihwana, di tempat pengungsian Desa Biromaru, Kec. Biromaru, Kab. Sigi, pada Minggu (7/10/2018).

Kombes Dicky menceritakan, Iyas sebelumnya ditemukan oleh petugas Polri bersama masyarakat yang menyisir Pantai Talise, Palu, pada Sabtu (29/9) atau sehari setelah gempa dan tsunami.

“Saat itu, Iyas ditemukan di tumpukan material dalam kondisi luka robek pada kepala dan mengalami shockberat. Petugas lalu menyerahkan Iyas ke Ditreskrimum Polda Sulteng, selanjutnya dilakukan pertolongan pertama oleh Ipda Siti Hasibuan, Kanit PPA Ditreskrimum,” ujarnya.

Karena situasi pada saat itu seluruh rumah sakit masih dalam kondisi darurat, Direskrimum memerintahkan Ipda Siti membawa Iyas ke rumah sakit di Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Ipda Siti Hasibuan membawa lyas menggunakan jalur darat ke Makassar dan selanjutnya dilakukan perawatan di rumah sakit di sana,” jelas Kombes Dicky yang didampingi Kapolsek Palu Selatan dan personel Dit Reskrimum Sulteng dalam pertemuan itu.

Untuk menemukan kedua orang tua korban, Ditreskrimum men-share foto dan identitas Iyas ke semua media sosial. Pasalnya, sejak ditemukan Iyas tidak bisa bicara dan menjelaskan identitas keluarganya akibat trauma bencana.

Hingga pada Sabtu (6/10) lalu, salah satu keluarga korban melapor ke Kapolsek Palu Selatan bahwa anak yang di-postingdi medsos adalah anggota keluarganya.

Mendapat informasi itu, Kombes Dicky meminta Ipda Siti bersama Iyas langsung berangkat ke Palu menggunakan pesawat komersial. Iyas akhirnya bertemu dengan orangtuanya di tempat pengungsian di Desa Biromaru.

Menurut orangtua korban, saat kejadian tsunami, Iyas sedang ikut kakak dan ibunya berjualan brownies di area Pantai Talise. Ibu dan kakaknya dapat selamat tetapi terpisah dengan Iyas.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -