Selidiki Sidik Jari di Bom Molotov Rumah Mardani, Polisi Gandeng Jepang

Tandaseru – Jajaran Polres Metro Bekasi Kota masih mencari pelaku pelemparan bom molotov ke rumah Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, bahkan polisi berkerja sama dengan Jepang untuk menyelidiki sidik jari yang berada di botol bom molotov tersebut.

“Kita bahkan dibantu Jepang buat identifikasi untuk mengambil sidik jari di botol. Tapi belum (mengarah ke pelaku),” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Indarto menuturkan sampai saat ini belum ada hasil mengenai sidik jari tersebut. Menurut dia, negara dengan teknologi yang sangat maju tersebut masih mendapatkan kesulitan untuk mengidentifikasi sidik jari itu.

“Belum ada (hasilnya), tapi saya dengar mereka ada kesulitan karena botolnya itu terbuat dari benda yang tidak bisa menyerap SGL. Apalagi kan posisinya sudah dipindah-pindah,” ujarnya.

Rumah Mardani diduga dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal pada 18 Juli 2018 sekitar pukul 05.30 WIB. Dalam pelemparan molotov ke rumah di Jatimakmur, Pondok Gede, Kota Bekasi, tersebut tidak ada korban jiwa.

Saat itu, ditemukan pecahan kaca di halaman rumah Mardani. Petugas keamanan di lingkungan rumah politikus itu mengungkapkan ada dua sepeda motor yang lalu-lalang pada malam hari sebelum kejadian.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -