Selundupkan Pakaian Bekas dari China, Polisi Tangkap Pelaku yang Rugikan Negara Hingga Rp 10 M

Tandaseru – Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap sindikat penyelundupan barang tekstil, pakaian bekas dan sepatu ilegal dari China ke Indononesia. Dalam hal ini, enam orang tersangka berhasil diamankan.

Keenam tersangka itu berinisial PL (63), H (30), AD (33), EK (44), NS (47) dan TKD (45) pada akhir Juli dan Agustus 2019. Mereka ditangkap di 3 tempat berbeda yaitu di Pelabuhan Tegar Bekasi, di Senen Jakpus dan di gudang wilayah Ancol, Jakarta Utara.

Dalam kegiatan ini, oara tersangka telah merugikan negara sebesar Rp 10 milliar dengan sekali masuk ke Indonesia.

“Dari kegiatan ini kita melihat berapa jumlah nilai barang yang diselundupkan pelaku ke Indonesia. Hitung-hitungan kita lebih kurang Rp 9 miliar sekian atau hampir Rp 10 miliar (barang) ini sekali masuk (ke Indonesia),” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Barang-barang tersebut diselundupkan melalui kapal laut melewati Pelabuhan Johor, Malaysia dan dibawa menggunakan truk ke Indonesia melalui jalur-jalur tikus yang saat ini masih diselidiki polisi. Setelah melalui jalur tikus itu, barang-barang itu tiba di Kalimantan Barat dan dibawa lagi hingga ke Pelabuhan Tegar, di Kabupaten Bekasi sebelum akhirnya diedarkan di Jakarta, Banten, Jawa hingga Papua.

Ada 6 truk berisi 438 gulungan tekstil, 259 koli balpres pakaian baru, bekas dan tas bekas hingga 5.668 koli sepatu berbagai merek diamankan polisi dan tentunya merugikan negara karena tidak membayar pajak masuk.

“Kalau dihitung dari potensi kerugian pembayaran pajak yang harus mereka bayarkan dari nilai sejumlah itu itu lebih kurang Rp 5 miliar sekali mereka jalan,” sambungnya.

Sementara itu, Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan menyebut para tersangka sudah beraksi bertahun-tahun. Ada yang baru beraksi 1 tahun hingga 8 tahun.

“Dalam satu bulan mereka bisa beraksi memasukkan barang ini bisa sampai 4 kali. Kerugian negara dalam satu bulan bisa sampai Rp 20 miliar,” kata Iwan.

Polisi hingga kini masih mengusut kasus tersebut. Polisi berharap tidak ada lagi penyelundupan barang-barang dari luar negeri ke Indonesia agar tidak merugikan para pengusaha lokal.

“Kita sementara ini memutus mata rantainya supaya lebih efektif. Dari hulu kita lakukan penindakan dengan sendirinya di pasaran akan berkurang,” jelas Iwan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait