Jangan Termakan Mitos, Sentuh Patung Candi Borobudur Berbahaya!

MAGELANG (!) – Sepertinya sudah banyak orang tahu tentang mitos menyentuh tangan atau kaki salah satu patung di Candi Borobudur. Kenyataannya sentuh patung Candi Borobudur berbahaya! Kok bisa?

Memang sudah menjadi rahasia umum, terdapat sebuah mitos yang berkembang di masyarakat, tentang salah satu patung arca yang berada di Candi Borobudur, yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.

Sentuh patung Candi Borobudur Kunto Bimo dipercaya datangkan keberuntungan!

Tak Jarang mereka para wisatawan menelan mitos tersebut mentah-mentah, tanpa memikirkan risiko yang akan dihadapi! Seperti mitos merogoh atau menggapai bagian tangan atau kaki dari patung arca yang diberi nama Kunto Bimo yang berada di pelataran paling atas candi.

Akibat mitos terkenal itu, tidak sedikit wisatawan yang berlomba-lomba membuktikan kebenaran dari mitos patung arca tersebut. Sebab katanya hanya orang yang beruntung saja yang bisa benar-benar menyentuh bagian tangan atau kaki patung itu.

Karena penasaran dan terlanjur termakan oleh mitos, alhasil para pengunjung pun terfokus untuk menggapai tangan Kunto Bimo agar keinginannya terkabul.

Hal tersebut sejalan dengan keterangan dari Kepala Unit PT Taman Wisata Candi Borobudur, Pujo Suwarno yang mengatakan para wisatawan tersebut percaya agar cepat kaya, cepat naik pangkat, cepat dapat jodoh dan lekas bertambah rezekinya maka menyentuh patung jadi salah satu upayanya.

Ada dua bagian arca Kunto Bimo yang diyakini dapat mengabulkan harapan, yaitu jari tangan dan kaki. Para pria harus bisa, menyentuh bagian jari tangan, sementara para wanita menyentuh bagian kakinya.

Tapi apa yang berbahaya dari sekedar menyentuh patung tersebut?

Ternyata aksi para wisatawan menggapai dan memanjat arca tersebut nampaknya yang akan jadi membahayakan. Menurut Pujo Suwarno sumber penyakit bagi batu-batu pelindung patung Kunto Bimo kebanyakan berasal dari tangan-tangan manusia.

Pasalnya, saat wisatawan melaukan aksinya apalagi pada saat terik matahari, bisa mengakibatkan tangan serta kaki mereka berkeringat.

Keringat yang mengandung garam dan menempel pada batu tersebut ketika berusaha menyentuh patung membuat batu yang telah ada sejak abad ke-8 itu timbul penyakit yang lama-kelamaan akan jadi keropos.

Oleh sebab itu, membuktikkan mitos tersebut dengan menyentuh arca seharusnya memang tidak perlu dilakukan saat sedang berkunjung ke Candi Borobudur.

Hal yang bisa dilakukan para pelancong yang baik adalah benar-benar menikmati peninggalan bersejarah tersebut tanpa merusaknya.

 

Selain menyentuh arca, ada hal lain yang lebih menarik untuk dilakukan saat berada di kawasan candi, yaitu bisa berswafoto atau melihat-lihat lebih dari 2.500 pedagang yang ada di sana seperti kata Pujo Suwarno.

Jika sudah tahu begini masih mau sentuh patung Candi Borobudur untuk sekedar membuktikan mitos?

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait