Sepekan Perluasan Gage, 8.014 Pelanggar Ditilang

Tandaseru – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menilang sebanyak 8.014 pengendara roda empat yang melanggar di area perluasan ganjil-genap (gage) selama satu pekan diberlakukan sejak 9 September 2019 lalu.

“Jumlah penindakan selama seminggu ada 8014 pelanggar,” ucap Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir saat dikonfirmasi, Senin (16/9).

Jika dirinci, jumlah pelanggaran terbanyak ada di hari ketiga kebijakan ini dilaksanakan yaitu ada sebanyak 2026 pengendara terjaring. Sementara itu, di hari kelima pelaksanaan jumlah pelanggar mulai menurun. Tercatat hanya ada 1119 pengendara yang melangggar.

Namun Nasir berharap jumlah ini bisa terus menurun karena masih terbilang banyak. Para pengendara diminta bisa mengikuti kebijakan perluasan yang telah diterapkan. Pasalnya hal ini dilakukan juga demi kepentingan semua pihak. Pengendara diminta memerhatikan rambu lokasi perluasan gage untuk cari jalan alternatif.

Atau, warga bisa naik kendaraan umum saja bila kendaraan mereka tak bisa melintas saat tanggal tak sesuai nomor polisi mobil mereka.

“Diharap semua bisa mematuhi kebijakan yang sudah diterapkan ini,” kata dia lagi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengungkapkan, aturan perluasan ganjil genap hanya kebijakan antara dalam upaya mengatur lalu lintas di ibu kota. Selama gage berlangsung, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji kebijakan-kebijakan lain yang lebih baik untuk membuat lalu lintas Jakarta lebih terkendali.

Anies menyampaikan, kebijakan lain yang dikaji utamanya adalah peningkatan kualitas transportasi umum di Jakarta. Membaiknya moda transportasi umum seperti TransJakarta, juga MRT Jakarta, diyakini akan dengan sendirinya membuat warga beralih menggunakannya daripada kendaraan pribadi.

“Yang kita dorong sesungguhnya adalah penggunaan kendaraan umum,” ujar Anies di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin, 9 September 2019.

Aturan perluasan ganjil genap diterapkan berlandaskan Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019. Pergub itu merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-genap.

Dari isi dalam pergub itu disebutkan, berdasarkan hasil evaluasi uji coba perluasan ganjil genap pada 12 Agustus hingga 6 September 2019, berdampak positif pada peningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan ruang jalan. Pergub itu ditetapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 6 September 2019.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait