Setelah Sontoloyo, Jokowi Kini Sebut Politikus Genderuwo

Tandaseru – Belum usai kalimat ‘sontoloyo’ yang menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat, Presiden Joko Widodo kembali memunculkan istilah baru di dunia perpolitikan yakni politikus genderuwo.

Istilah baru itu disampaikan Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11). Dalam kesempatan itu, dia menyebut saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi, banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar nggak ya?” katanya.

Calon Presiden nomor urut 01 ini menegaskan, politikus yang menakut-nakuti itulah yang dia sebut sebagai ‘politikus genderuwo’.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya ‘politik genderuwo’, nakut-nakuti,” tegasnya.

Kalimat ‘politikus sontoloyo’ sebelumnya terlontar saat membagikan 5.000 sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10). Jokowi mengingatkan masyarakat tidak terpengaruh oleh politikus yang berniat memecah belah bangsa.

“Hati-hati, banyak politik yang baik-baik, tapi juga banyak sekali politik yang sontoloyo. Ini saya ngomong apa adanya saja sehingga mari kita saring, kita filter, mana yang betul dan mana yang tidak betul. Karena masyarakat saat ini semakin matang dalam berpolitik,” kata Jokowi saat itu.

Dia mengaku kesal terhadap cara-cara politik kotor. Eks-Gubernur DKI Jakarta tersebut menegaskan tidak pernah sebelumnya mengeluarkan istilah itu.

“Inilah kenapa kemarin saya kelepasan, saya sampaikan ‘politikus sontoloyo’ ya itu. Jengkel saya. Saya nggak pernah pakai kata-kata seperti itu. Karena sudah jengkel ya keluar. Saya biasanya ngerem, tapi sudah jengkel ya bagaimana,” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -