Siber Bareskrim Polri Amankan 4 Remaja Pembobol Situs Kantor Swasta

Tandaseru – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengamankan 4 pelaku pembobol salah satu situs kantor swasta di Sulawesi Tenggara. Keempat pelaku masih usia remaja ditangkap di daerah yang berbeda.

Kasubdit II Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes (Pol) Rickynaldo Chairul mengatakan keempat remaja yang berhasil ditangkap berinisial LYC alias Mr.l4m4 (19), MSR alias G03NJ47 (14), JBEK alias Mr. 4l0ne (16), dan HEC alias S3CD3C (13). Rickynaldo mengatakan pelaku LYC sudah dalam proses penahanan.

“Pelaku ini yang berjumlah 4 orang dengan inisial LYC sekarang proses penahanan, usia 19 tahun, alamat di Kediri. Kedua MSR, ketiga JBKE tahun, alamat di Surabaya, keempat HEC ini di Jambi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/11).

Rickynaldo mengatakan dari 4 pelaku, 3 diantaranya masih di bawah umur. “Setelah pendalaman, 3 orang pelaku masih di bawah umur jadi kita melakukan penangkapan patroli hacker, penyelidikan, lalu kita lakukan operasi penangkapan ternyata pelakunya anak-anak,” jelasnya.

Para remaja ini bisa menjebol situs kantor swasta karena diperintahkan oleh ‘pengajarnya’ di sebuah grup WhatsApp BLACKHAT. Anak-anak itu semacam diberi pelatihan untuk menjebol situs.

“Menariknya kasus ini bahwa 4 pelaku anak anak dibawah umur ini masuk dalam grup WA yang dikuasai, dikendalikan oleh salah satu orang tutor (pengajar), kemudian mereka dilatih kalau yang sudah pinter dites, dites dengan cara yang sudah dipersiapkan,” kata dia.

“Anak-anak ini tidak tahu mereka dites dengan maksud tertentu sehingga mereka diberi target jika sudah berhasil menjebol situs, mereka akan upload ke grup tersebut sehingga uploadnya masing-masing anak untuk memacu anak yang lain yang ada di grup itu,” sambungnya.

Rickynaldo menjelaskan situs yang berhasil dijebol kemudian ‘dirusak’ dengan tulisan-tulisan bernuansa SARA dan radikal.“Ini sedang kita lakukan pendalaman karena hasil uploadnya tersebut atau hasil bajakan mengandung unsur SARA, radikalisme dan unsur lain,” jelas dia.

Barang bukti yang berhasil disita yakni 4 unit handphone, 3 unit laptop, 1 flashdisk, dan 3 lembar bukti pembayaran jaringan internet.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -