Sidang Aman Abdurrahman, Kapolres Jaksel: 182 Ribu Personil TNI dan Polri Diturunkan

Tandaseru – Terdakwa kasus Bom Thamrin, Aman Abdurrahman hari ini, Jumat (18/5/2018) sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar mengatakan pihaknya akan meningkatkan pengamanan dalam mengawal sidang tersebut. Menurutnya, ada 182 personel yang terdiri dari 152 personel Polri dan 32 dari personel TNI

Untuk kegiatan pengamanan sidang penuntutan terdakwa teroris AA (Aman Abdurrahman) kita tingkatkan, selama ini pelaksanaan sidang selalu kita amankan, kali ini lebih optimal lagi,” kata Indra dalam keterangan tertulis, Jumat (18/5/2018).

Masyarakat yang akan masuk ke lingkungan PN Jaksel pun akan disterilisasi. Hal ini diduga sebagai langkah antisipasi buntut aksi teror yang terjadi beberapa waktu belakangan seperti di Surabaya dan Sidoarjo.

“Sebagaimana protap sidang-sidang biasa tentang pemeriksaan, barang-barang yang masuk harus diperiksa,” ujarnya.

Sidang pembacaan tuntutan untuk Aman Abdurrahman ini sebenarnya dijadwalkan digelar pada Jumat (11/5/2018 lalu, namun ditunda lantaran diduga dilatar belakangi kejadian kerusuhan Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok Jawa Barat, pada Selasa (8/5/2018).

Seperti diketahui, Aman dalam perkara tersebut didakwa sebagai sebagai aktor intelektual lima kasus teror, yaitu Bom Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016, Bom Thamrin (2016) dan Bom Kampung Melayu (2017) di Jakarta, serta dua penembakan polisi di Medan dan Bima (2017). Aman terancam pidana penjara lebih dari 15 tahun atau hukuman mati.

Selain kasus tersebut, Aman pun pernah divonis bersalah pada kasus Bom Cimanggis, pada 2010, Densus 88 menjerat Aman atas tuduhan membiayai pelatihan kelompok teror di Jantho, Aceh Besar, kasus yang menjerat puluhan orang, termasuk Abu Bakar Ba’asyir. Dalam kasus itu Aman divonis sembilan tahun penjara.