Hakim Vonis Aman Abdurrahman Hukuman Mati

Tandaseru – Majelis Hakim memvonis terdakwa kasus bom Thamrin, Aman Abdurrahman dengan hukuman mati. Hal ini disampaikan saat sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (22/6/2018).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan terorisme, menjatuhkan hukuman kepada Aman Abdurrahman dengan pidana mati,” kata Hakim Ketua Akhmad Jaini di ruang sidang utama Prof. H. Oemar Seno Adji Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Kemudian saat pembacaan pertimbangan yang meringangkan kasus Aman, Akhmad menyebutkan tidak ada satupun yang meringankan. “Tidak ditemukan satu pun yang meringankan,” ucap Akhmad

Menanggapi vonis tersebut, penasihat hukum Aman, Asrudin Hatjani mengatakan, pihaknya masih akan memikirkan banding atas putusan tersebut. “Pikir-pikir,” ungkap salah seorang kuasa hukum Aman.

Sidang vonis ini berjalan selama dua jam yaknk dimulai sekitar pukul 08.40 WIB berakhir pada pukul 11.17 WIB. Putusan hakim pada sidang hari ini tidak berbeda dengan tuntutan yang diajukan Jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang Jumat, 18 Mei 2018.

Seperti diketahui, Aman dalam perkara tersebut didakwa sebagai sebagai aktor intelektual lima kasus teror, yaitu Bom Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016, Bom Thamrin (2016) dan Bom Kampung Melayu (2017) di Jakarta, serta dua penembakan polisi di Medan dan Bima (2017). Aman terancam pidana penjara lebih dari 15 tahun atau hukuman mati.

Selain kasus tersebut, Aman pun pernah divonis bersalah pada kasus Bom Cimanggis, pada 2010, Densus 88 menjerat Aman atas tuduhan membiayai pelatihan kelompok teror di Jantho, Aceh Besar, kasus yang menjerat puluhan orang, termasuk Abu Bakar Ba’asyir. Dalam kasus itu Aman divonis sembilan tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -