Sistem Tilang Elektronik, Polisi: Masih Ada Beberapa Kendala

Tandaseru – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengaku masih ada kendala dalam penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) atau tilang elektronik. Kendala tersebut terdapat pada sistem peradilan pidana bagi pengendara yang melanggar.

“Masalah sistem peradilan pidana saja. Antara kendaraan dengan yang melanggar sendiri itu, kira-kira subjek hukumnya itu bagaimana, bisa nggak ditindak?,” kata Yusuf saat dihubungi, Jumat (14/9/2018).

Meski demikian, Yusuf mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait kendala tersebut. Menurutnya jika hanya satu atau dua kendala, pihaknya bisa memperbaiki kendala tersebut pada saat pelaksanaan.

“Pada prinsipnya beberapa stakeholder yang berkaitan dengan masalah sistem peradilan pidana atau penegakan hukumnya. Intinya semua mendukung terkait kegiatan ini, dan tidak perlu lama-lama lagi kalau hanya ada beberapa satu, dua poin yang masih dalam kategori koordinasi. Ini dilaksanakan sambil jalan,” ujarnya.

Selain itu, sosialisasi sistem ini akan dilakukan selama satu bulan yang dimulai pada Oktober 2018. Hal ini dilakukan setelah semua perangkat kamera untuk merekam semua tindakan pelanggaran pengemudi sudah terpasang.

“(Sosialisasi) satu bulan. Kalau sudah terpasang semua alatnya, dicoba dulu baru sosialisasi, selama sebulan,”jelasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id