SMRC: Jokowi Masih Unggul dari Prabowo

Tandaseru – Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Jokowi masih meraih 47,4% elektabilitas, sedangkan Prabowo 21%.

“Antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo ada selisih sekitar 26%,” kata Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan saat merilis temuan survei SMRC, di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (7/10/2018).

Ia menyatakan, Jokowi dan Prabowo mendapatkan dukungan yang cenderung meningkat apabila dibandingkan sejak Januari 2018. Pada Januari 2018, Jokowi (43,6%), dan Prabowo (11%). Sedangkan pada Mei 2018, Jokowi (40,9%), dan Prabowo (14,9%).

“Meski meningkat, dukungan terhadap Pak Jokowi selalu di atas Pak Prabowo,” ujarnya.

Apabila mengacu simulasi dua nama capres, Djayadi menuturkan, pada September 2018, Jokowi dipilih 60,2% responden, sementara Prabowo 28,7%, tidak tahu/ tidak jawab 11,1%. “Dari segi jarak, tidak terlalu jauh beda dengan yang top of mind. Jadi, Pak Jokowi unggul cukup jauh sebenarnya,” tuturnya.

Jika disimulasikan dua pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres), Djayadi mengungkapkan, Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 60,4%, dan Prabowo-Sandiaga Uno 29,8%, sebanyak 9,8% memilih tidak tahu/tidak jawab.

Dikatakan, dukungan untuk Jokowi dan Prabowo tak banyak mengalami perubahan walau telah ada cawapres. “Belum ada pengaruh efektif dari kubu Pak Jokowi dan Pak Prabowo terkait cawapres,” ungkapnya.

Jumlah responden survei sebesar 1.220 orang, namun yang dapat diwawancarai secara valid hanya 1.074 orang. Margin of error rata-rata dari survei plus minus 3,05% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei secara tatap muka, tidak melalui telepon atau internet, berlangsung pada 7-14 September 2018 di 34 provinsi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -