Soal Indonesia Ikut Dubai Expo 2020, Begini Penjelasan Enggartiasto Lukita

Tandaseru – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan agar dalam kepesertaan pada Dubai Expo 2020 mendatang, memberikan gambaran mengenai Indonesia kini dan mendatang.

“Jadi harus lebih futuristik tanpa kita meninggalkan budaya dan kekayaan budaya kita, tetapi harus dilihat di dalam perspektif itu. Sekali lagi sama dengan visi kita, visi dan misi Bapak Presiden: Indonesia maju,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita kepada wartawan usai mengikuti pada Rapat Terbatas tentang Persiapan Dubai Expo 2020 di Kantor Presiden, Selasa (13/8).

Dalam pameran yang digelar di lahan seluas 438 hektar dengan pengunjung diperkirakan di atas 25 juta orang, berlangsung selama 6 bulan itu, menurut Enggar, pemerintah juga melibatkan swasta, pengusaha-pengusaha swasta.

“Seperti Astra sebagai salah satu sebagai main sponsor, maka nanti Astra  juga diminta untuk menampilkan sebagai contoh produksi mobilnya yang juga futuristik. Nanti akan bikin mobil listrik, sedan dan sebagainya. Hal-hal yang bisa memberikan image yang positif bagaimana Astra membangun toll road-nya kemudian berbagai hal,” terangnya.

Berbagai hal yang lain yang juga ditekankan lagi, dengan keterbatasan atau dengan kondisi keuangan  tetapi partisipasi dari pengusaha swasta, BUMN, Bank Indonesia, menurut Mendag, juga dilihat bagaimana menyelenggarakan satu kegiatan pameran, yang menurut penilaian Presiden itu yang ditampilkan bagus-bagus. dan setelah dikurasi binaan dari Bank Indonesia, contoh-contoh seperti itulah yang akan ditampilkan.

Dijelaskannya, Indonesia juga akan melakukan kegiatan promosinya bukan hanya di dalam negeri. “Jadi Road to Dubai itu juga dengan mempublikasikannya di luar negeri sebagai potensi pasar yang diharapkan pengunjung itu akan datang mengunjungi paviliun kita. Ada apa pavilion Indonesia itu jadi sesuatu yang bagian dari rangkaian kegiatan promosi. Agar kehadiran kita di sana tidak sia-sia,” ujarnya.

Hal yang juga ditekankan Presiden, menurut Mendag, bukan hanya perdagangan, tetapi melibatkan atau hal yang kita “jual” atau pamerkan atau promosikan pada hal seperti pariwisata, kemudian juga investasi.

“Nah, dari target-target atau hal-hal yang tadi itu, maka berbagai event, berbagai-berbagai tampilan itu harus selaras dengan yang tadi,” kata Enggartiasto sembari memberi contoh,  jalan masuknya itu sudah mempergunakan pakai QR code dengan smartphon,  dan di situ tanpa terasa orang sudah sampai berjalan dengan melihat berbagai tampilan yang ada.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait