Soal KTP Ganda Bupati Jember yang Dibuat Sri Wahyuniati

Tandaseru – Beredar kabar Bupati Jember Faida memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP ) ganda. KTP ganda itu dibuatkan Kepala Dispendukcapil Jember Sri Wahyuniati.

Sementara itu, Sri Wahyuniati sendiri  sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember Jatim, dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT).

Informasi menyebutkan pembuatan KTP ganda untuk Bupati Jember Faida tersebut dengan alasan untuk cadangan bila KTP bupati hilang.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember Nurul Ghufron mengatakan, setiap warga negara dilarang memiliki KTP lebih dari satu, karena secara formal untuk memberi kepastian hukum jumlah penduduk Indonesia. “Jadi untuk setiap penduduk hanya boleh memiliki satu KTP saja,” kata Nurul.

Jika ada KTP ganda, kata Nurul, hal itu bisa menimbulkan potensi penyimpangan. Ada identitas sama, serta nomer kependudukan sama dan dicetak lebih dari satu itu namanya KTP ganda.

“Selain itu, jika ada dua KTP dengan nama sama tapi NIK beda pasti disitu ada pemalsuan, karena tidak mungkin satu orang memiliki dua data yang berbeda. Ini berlaku untuk semua warga negara tak terkecuali pejabat,” ucapnya.

Menurut Nurul, jika memang KTP hilang, yang bersangkutan harus melapor ke pihak kepolisian. “Jadi tidak boleh mengeluarkan KTP yang dinyatakan hilang tiba-tiba menerbitkan KTP cadangan langsung. Itu namanya mal administrasi, penerbitannya tanpa memenuhi syarat dan hal itu sudah diatur dalam Undang-undang No. 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan,” ujarnya.

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id