Soal Penganiayaan Pegawai KPK, Sekda Pemprov Papua Diperiksa Kamis

Tandaseru – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengagendakan pemanggilan Sekda Pemprov Papua untuk diperiksa sebagai saksi terkait dugaan kasus penganiayaan terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, agenda tersebut akan berlangsung pada Kamis (14/2) mendatang. Hanya saja, Argo tak menjelaskan lebih jauh terkait waktu pemeriksaan.

“Nanti rencananya akan dimintai keterangan pada hari Kamis. Kita tungu saja mudah-mudahaan yang bersangkutan hadir dan kami bisa segera cepat untuk menyelesaikan kasus ini,” ucapnya di Polda Metro Jaya, Senin (11/2/2019).

Sementara itu, Kuasa hukum pihak Pemprov Papua, Stefanus Roy Rening meminta polisi agar pemeriksaan dilakukan di Jayapura. Alasannya adalah, mengingat pada saat kejadian di Hotel Borobudur, ada sekitar 20 orang yang mendampingi Gubernur Papua.

Menanggapi hal tersebut, Argo menyerahkan semuanya pada penyidik. Dirinya mengatakan, penyidik lebih paham terkait teknis pemeriksaan.

“Semuanya kan tergantung di penyidik. Penyidik nanti akan lebih paham, lebih mengetahui seperti apa teknisnya. Kami kembalikan ke penydik,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur Papua batal menghadiri agenda pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penganiayaan pegawai KPK pada Senin (11/2). Pemeriksaan tersebut sedianya akan dilakukan di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada pukul 14.00 WIB.

Roy menyampaikan, kliennya tak dapat menghadiri pemeriksaan tersebut lantaran tengah ada kegiatan lain. Sespri tersebut harus mendampingi Gubernur Papua yang baru tiba dari Surabaya.

“Oleh karena itu kita minta ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan karena pimpinan (Dirkrimum) tadi belum ada, makanya mempersiapkan jadwal berikutnya,” ujar Roy.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait