Soal Turunnya Ekspor Mebel dan Furnitur, Ini Kata Darmin Nasution

Tandaseru – Pemerintah mendorong pengusaha mebel dan furniture untuk memanfaatkan pasar di Amerika Serikat yang terbuka menyusul perang dagang negeri itu dengan China dengan mengenakan bea masuk 25%.

Sementara pada saat bersamaan ekspor mebel dan furniture Indonesia justru turun. Artinya, menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, kita belum bisa memanfaatkan pasar Amerika yang besar itu. Padahal, kita tidak ikut perang dagang, tidak ikut kena bea masuk itu.

“Kebutuhan impor (furniture) Amerika setahun untuk mebel itu kira-kira US$96 miliar. Nah, pertanyaannya adalah kenapa ekspor furniture kita malah turun, sedikit. Enggak banyak tapi turun,” kata Darmin kepada wartawan

Pemerintah, lanjut Darmin, mencatat sejumlah keluhan pengusaha seperti soal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kayu log sebesar 10%, sehingga pasti akan dikurangi.

Ada lagi usulan  dalam bidang pembiayaan/financing, mereka juga banyak mengeluh tapi kan masalahnya tingkat bunganya sama saja, berlaku buat siapapun. Mereka mempertanyakan bunga deposito 5% sementara bunga pinjaman 12%, bedanya banyak banget.

Diakui Menko Perekonomian Darmin Nasution, ada pandangan di kalangan perbankan industri kayu itu sunset. Nanti akan dicek dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dengan perbankan kebenarannya.

Selain itu para pengusaha juga mengeluhkan masalah kewajiban mengurus SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) meskipun untuk ekspor ke negara yang tidak mewajibkan pencantuman SVLK.

Namun Darmin Nasution sedikit mengkritik para pengusaha yang dinilainya tertutup sekali, enggak mau bekerja sama.  “Sudah enggak bisa mengolah yang bagus tapi maunya sendiri, sehingga presiden tadi menyampaikan cobalah terbuka, cari partner,” ujarnya.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait