S&P Sebut Peringkat Credit Ratings Indonesia Naik Jadi BBB

Tandaseru – Lembaga pemeringkat kelas dunia Standard and Poor’s (S&P) mengumumkan kenaikan credit ratings Indonesia, dari BBB- dengan outlook stabil menjadi BBB.

S&P menyatakan ekonomi Indonesia secara konsisten lebih baik dari negara-negara peers pada tingkat pendapatan yang sama. Kenaikan rating S&P merefleksikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat. Kebijakan Pemerintah telah efektif dalam

mempromosikan keuangan publik yang berkelanjutan (sustainable public financed) dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang. 

Pertumbuhan PDB per kapita riil di Indonesia mampu tumbuh 4,1 persen berdasarkan rata-rata tertimbang 10 tahun, sementara rata-rata pertumbuhan PDB per kapita riil seluruh dunia yang hanya sekitar 2,2 persen.

Selain itu peringkat Indonesia juga didukung oleh tingkat beban utang pemerintah yang rendah dan kinerja fiskal yang moderat. Dalam proyeksinya S&P menjelaskan rasio utang pemerintah akan stabil selama beberapa tahun ke depan, merefleksikan proyeksi keseimbangan fiskal yang stabil.

Fiskal defisit Pemerintah yang turun pada 2018, diharapkan tetap stabil di bawah 2% selama empat tahun mendatang. Proyeksi terhadap net general government debt tetap berada di bawah 30 persen dari PDB, mengingat defisit fiskal dan pertumbuhan nominal PDB yang konsisten.

Kenaikan peringkat utang Indonesia dari S&P pada posisi BBB dengan outlook stable tersebut menunjukkan kebijakan Pemerintah Indonesia selama ini sudah berada pada jalur yang tepat, di mana kebijakan defisit diambil untuk memberikan stimulus perekonomian melalui strategi counter cyclical dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Selain itu, kenaikan ini menunjukkan kepercayaan lembaga internasional dalam hal ini lembaga pemeringkat kredit terhadap kinerja perekonomian Indonesia. Lebih jauh, kenaikan rating dari S&P ini diharapkan membawa dampak semakin meningkatnya FDI yang akan masuk ke Indonesia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id