Stasiun Antariksa Tiangong-1 Meluncur ke Bumi

DARMSTADT (!) – Lembaga Antariksa Eropa (ESA) di Darmstadt, Jerman, mengeluarkan data baru mengenai jatuhnya Stasiun antariksa Tiangong-1 milik China.

Prakiraan baru yang dikeluarkan 15 Maret lalu, memprediksi Tiangong-1 dengan bobot seberat  8,5 ton, akan sampai ke Bumi antara tanggal 30 Maret dan 6 April 2018. Tiangon-1 akan jatuh di koordinat antara 43 derajat lintang utara dan 43 derajat lintang selatan.

Tiangong (Istana Langit) -1 adalah stasiun luar angkasa pertama yang dibangun oleh China, diluncurkan pada 29 September 2011 dan mengorbit pada ketinggian sekitar 350 km.

Pada tahun 2012-2013, Wahana antariksa ini pernah ditempati astronot China. Saat dihuni, ketinggian orbitnya selalu dikontrol. Tetapi sejak 2016, Tiangong-1 sudah tidak dikontrol lagi dan mulai turun orbitnya.

Kepala LAPAN, Profesor T. Djamaluddin mengatakan,  Tiangong-1 akan pecah di atmosfer. Sebagian besar terbakar. Pecahannya akan tersebar puluhan atau ratusan kilometer sepanjang jalur orbit terakhir.

Yang mengkhawatirkan adalah bahaya tumbukan dan potensi bahaya racun dari sisa bahan bakar roket Hydrazine (bila masih ada di tabungnya). Namun potensi bahaya tumbukan di wilayah berpenghuni sangat kecil, karena wilayah bumi sebagian besar tidak berpenghuni, seperti wilayah lautan, hutan, dan gurun. Jadi masyarakat tidak perlu cemas, namun tetap waspada.

Yang perlu dilakukan masyarakat bila melihat benda jatuh dari langit agar jangan menyentuhnya. Langsung laporkan kepada aparat setempat untuk diteruskan ke LAPAN.

LAPAN segera akan akan mengirimkan tim untuk evakuasi objek antariksa tersebut dan melakukan tindakan yang tepat bila ada potensi bahayanya. (mac)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait