Sudah Tetapkan 16 Tersangka, Satgas Antimafia Bola Tak Tutup Ada Tersangka Baru

Tandaseru – Satgas Antimafia Bola terus melakukan penyelidikan terkait dugaan skandal pengaturan skor di pesepakbolaan Indonesia. Saat ini, sudah ada 16 tersangka dalam kasus ini, namun tidal menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

“Dimungkinkan ada tersangka lagi, namun dengan penyampaian Kasatgas,” kata Kepala Anev Satuan Tugas Anti Mafia Sepakbola, Kombes Pol Edy Ciptianto dalam diskusi Pojok Semanggi bertema ‘Libas Habis Mafia Bola’ di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (15/3).

Namun demikian, dia menyebut kini Satgas masih fokus ke kasus yang kini tengah berjalan. Kata dia, penyidikan kasus ini sendiri tak mudah, semisal pemeriksaan Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, Joko Driyono yang memakan waktu.

“Untuk melakukan penyidikan kasus ini tidak mudah. Kerja keras ekstra. Pak Joko Driyono saja diperiksa marathon begitu. Apabila dimungkinkan ada tersangka baru, dimungkinkan,” ucapnya.

Dalam kasus mafia bola, Satgas sudah menetapkan 16 orang sebagai tersangka diantaranya, yakni anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika dan ayahnya yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan seorang wasit pertandingan antara Persibara Banjarnegara melawan PSS Pasuruan bernama Nurul Safarid.

Selanjutnya, staf Direktur Penugasan Wasit di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berinsial ML. Selain ML, Satgas juga menetapkan status tersangka kepada CH, DS, P dan MR. Namun belum ada penjelasan terkait empat tersangka lainnya.

Selain itu, terdapat 4 tersangka tetkait dengan kasus perusakan barang bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Dani, dan Abdul Gofur, dan Plt Ketum PSSI Joko Driyono. Dalam hal ini, Joko menjadi aktor intelektual yang menyuruh ketiga tersangka lainnya untuk mengambil barang bukti ydi kantor Komdis PSSI yang sudah diberi garis polisi.

Selanjutnya, pegiat sepakbola Indonesia, Vigit Waluyo sebagai tersangka dalam kasus skandal pengaturan skor. Penetapan tersangka ini dilakukan pada Senin (14/1) karena memberikan dana sebesar Rp 115 juta kepasa Mbah Putih agar PSMP Mojokerto bisa naik kasta dari liga 3 ke liga 2.

Terakhir, eks anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat sebagai tersangka kasus pengaturan skor setalah dilakukan gelar perkara. Dia diduga berperan mengatur perangkat pertandingan dan penyuapan dalam laga antara Madura FC melawan PSS Sleman di Liga 2 2018. Hidayat ingin PSS Sleman dimenangkan agar lolos ke Liga 1.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait