Sungguh Tragis, Inilah 3 Pahlawan Wanita Indonesia yang Kurang Dikenal!

Pernah dengar kutipan Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya? Sayangnya, materi pendidikan soal pahlawan di Indonesia kurang diperhatikan, terutama soal pahlawan wanitanya.

Pasti pahlawan wanita yang diingat dan dikenal itu-ituuu saja, misalnya R.A. Kartini, Dewi Sartika, dan Cut Nyak Dien. Padahal, masih banyak lho pahlawan wanita Indonesia lainnya yang sangat berjasa untuk negeri kita tercinta ini.

Agar tidak disebut sebagai bangsa yang tidak menghargai jasa pahlawannya, yuk kenalan dengan tiga pahlawan wanita Indonesia kurang dikenal ini:

1. Martha Christina Tijahahu

pahlawan wanita indonesia

Usia bukan penghalang bagi pahlawan wanita Indonesia ini. Di umur 17 tahun, ia sudah memiliki keberanian luar biasa dan tak takut dengan Belanda.

Martha berjuang melawan penjajah sampai usianya 18 tahun. Jika kamu berkesempatan datang ke Desa Abubu, Pulau Nusalaut, Maluku, kamu bisa melihat monumen untuk memperingati jasa Martha Christina Tijahahu.

2. Nyi Ageng Serang

pahlawan wanita indonesia

Demi menggantikan sang ayah, Nyi Ageng Serang turut bertempur melawan penjajah. Pahlawan wanita Indonesia yang lahir tahun 1752 ini juga ternyata keturunan ke-9 dari Sunan Kalijaga, lho.

3. Opu Daeng Risadju

pahlawan wanita indonesia

Inilah pahlawan wanita Indonesia yang tak takut dengan segala risiko melawan penjajah. Opu Daeng merupakan bangsawan, namun peduli dengan masyarakat di sekitarnya. Ia memberontak melawan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda yang merupakan organisasi semi militer).

Akibat aksinya, ia ditangkap dan disiksa oleh NICA. Sampai akhir hidupnya di tahun 1964, Opu Daeng Risadju harus hidup tanpa bisa mendengar (tuli). Sungguh tragis bukan. Jasanya sungguh membuat kita merinding.

Wah, ternyata cukup banyak ya pahlawan wanita Indonesia yang tidak pernah kita dengar. Yuk kita doakan agar arwah mereka tenang di alam sana, aamiin.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id