Susy Susanti Masih Kesulitan Mencari Pemain Tunggal Putri

Tandaseru – PBSI masih berjuang untuk mengejar ketertinggalan tim tunggal putri. Pasalnya, tunggal putri dinilai  menjadi sektor yang paling tertinggal dibanding empat sektor lainnya di pelatnas.

“Saat ini tunggal putri yang harus ekstra kerja keras dan ingin memacu semangat mereka. Kita tuh bisa, bukannya nggak bisa, walaupun cuma satu orang, tapi bisa’. Bagaimana caranya menemukan yang satu orang ini,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti.

Karena itu, katanya kehadiran Rionny Mainaky yang kini menjadi kepala pelatih tunggal putri, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan prestasi Gregoria Mariska Tunjung cs.

Susy juga mengungkapkan beberapa pemain yang sudah memiliki persiapan begitu bagus di latihan, namun tidak bisa mengeluarkan kemampuannya saat bertanding.

Susy menyebutkan hal yang terkadang menentukan karakter pemain. Kebiasaan-kebiasaan pemain yang terlalu pasrah bisa menjadi hambatan di lapangan, membuat si pemain dinilai kurang memiliki daya juang yang lebih.

Perbaikan di tunggal putri, dikatakan Susy masih akan memakan waktu yang tak sebentar. Dari target seratus persen, kini progress tunggal putri masih ada di tingkat 20-30 persen.

“Ya, masih 20-30 persen, bahkan belum setengahnya. Salah satunya memang kurangnya materi pemain putri, kan bisa dilihat sendiri. Tunggal putri sekarang kalau lagi bagus, lalu sakit, bagus lagi, sakit lagi,” ujar Susy seperti dikutip dari laman PBSI.

Diakui Susy menemukan pemain yang memiliki potensi dan kemauan memang tidaklah mudah. Ada pemain yang memiliki potensi, tapi tidak memiliki kemauan dan sebaliknya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait