Tahun Baru, Shio dan Calon Presiden

Setiap memasuki tahun baru Masehi, banyak sahabat, pimpinan dan rekan kerja saya yang keturunan Tionghoa juga bersiap-siap merayakan Tahun Baru Imlek.

Menurut daftar zodiak Tiongkok tahun 2019 ini adalah tahun Babi tanah. Babi berada dalam urutan terakhir di daftar zodiak dan menjadi simbol kekayaan, wajah gemuk dan telinga besar mereka juga merupakan tanda keberuntungan. Babi memiliki kepribadian yang indah dan diberkati dengan keberuntungan dalam kehidupan.

Persiapan untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek juga selalu dilakukan oleh sahabat lama saya yang bernama Paulus. Sejak dulu Paulus sering mengajak saya untuk merayakan Imlek dengan makan jeruk, menyiapkan amplop merah, permen lezat seperti akar lotus manis dan banyak hiasan di bawah naungan warna merah yang menjadi simbol keberuntungan Tiongkok.

Dalam setiap perayaan tahunan itu selalu ada cerita atau legenda yang menarik perhatian saya. Bahkan saya sangat terpesona oleh kisah tentang bagaimana hewan-hewan dalam zodiak itu muncul.

Kisah Kaisar Langit

Pada suatu masa, dikisahkan seorang Kaisar Langit yang perkasa mengadakan sebuah perlombaan besar untuk memutuskan nama-nama tahun yang akan tertera di kalender.

Setiap tahun akan dinamai nama hewan sesuai dengan urutan tempat hewan tersebut berhasil menyelesaikan lomba. Hasil perlombaan ditentukan dengan cara setiap hewan harus berenang melintasi sungai dan sampai ke garis akhir.

Secara alamiah, Kucing dan Tikus tidak terlalu bersemangat saat mendengar perlombaan ini karena mereka adalah perenang terburuk di dunia hewan. Namun, dengan kecerdikannya Kucing dan Tikus berhasil membujuk Kerbau yang baik hati untuk bisa menumpang di punggungnya.

Kerbau yang welas asih setuju, maka pergilah Kucing, Tikus dan Kerbau ke dalam lomba. Namun, saat mereka berada di tengah sungai, Tikus mendadak mendorong Kucing ke dalam air.

Kemudian ketika Kerbau berhasil mendekati sisi lain dari sungai, Tikus melompat di depannya dan langsung menuju garis akhir. Tikus mengaku kalau tempat pertama diraih oleh dirinya padahal ia telah mengorbankan hewan yang lain.

Ternyata Kerbau memang hewan yang baik hati, ia dengan iklhas menempati posisi sebagai juara kedua. Posisi ketiga diikuti oleh Harimau yang kuat, ia berhasil keluar dari sungai, dengan kelelahan sambil meneteskan air mata, Harimau menjelaskan kepada Kaisar Langit betapa sulitnya menyeberangi sungai tadi melawan derasnya arus yang terus mendorongnya sampai ke hilir.

Setelah Harimau, posisi keempat kemudian ditempati oleh Kelinci yang sangat pandai. Ia berhasil menyeberangi sungai dengan cara melompat dari batu yang satu ke batu yang lainnya. Kelinci sempat terjatuh ke sungai, tetapi beruntung ia berhasi mengambil kayu yang terapung sampai kemudian membawanya hingga ke garis akhir.

Tidak lama kemudian Naga berhasil masuk menjadi juara kelima. Tentu saja semua heran, mengapa Naga yang memiliki sayap dan bisa terbang tetapi tidak mampu menjadi juara pertama. Naga lalu menjelaskan kepada Kaisar Langit bahwa ia harus berhenti dan membuat hujan untuk membantu semua makhluk di bumi.

Kemudian, dalam perjalanan menuju garis akhir, Naga juga melihat Kelinci yang tak berdaya sedang menempel di sebatang kayu sehingga dia membantu menghembuskan nafas panjang kepada makhluk malang itu sehingga bisa mendarat dengan selamat.

Setelah Naga selesai bercerita, terdengar suara gemuruh menandai kedatangan Kuda. Ternyata diatas Kuda ada penumpang lain yang menyertainya yaitu Ular.

Dengan gesit Ular melompat saat mendekati garis akhir. Karena kaget, Kuda lalu lari menjauh, akhirnya Ular berhasil lebih dahulu melintasi garis akhir. Hal ini membuat Ular menempati posisi keenam dan Kuda ketujuh.

Tidak lama kemudian, datanglah Kambing, Monyet, dan Ayam jantan ke garis akhir. Ketiga makhluk ini saling bekerja sama sepanjang lomba. Ayam jantan melihat sebuah rakit, dan bersama-sama dengan Kambing dan Monyet membersihkan rakit, mengayuh bersama dan membawa rakit tersebut ke garis akhir.

Karena upaya kerjasama mereka, Kaisar Langit sangat senang dan mengangkat Kambing sebagai juara kedelapan, Monyet sebagai juara kesembilan, dan tentu saja Ayam Jantan sebagai juara yang kesepuluh.

Makhluk berikutnya yang mencapai garis akhir tidak kalah mengejutkan. Kali ini Anjing berhasil melompat sebagai juara kesebelas, meskipun dia termasuk perenang yang baik. Namun saat di air Anjing terlalu asyik bermain dan itu membuat dia lupa apa tujuan awalnya.

Terakhir, tepat sebelum Kaisar Langit hendak mengakhiri lomba, datanglah seekor Babi kecil bergegas melintasi garis akhir. Babi sudah sangat lapar selama mengikuti perlombaan, sehingga ia berhenti untuk makan sampai akhirnya tertidur. Setelah bangun tidur Babi kemudian melanjutkan lomba sehingga ia menjadi binatang kedua belas atau paling akhir dari siklus zodiak.

Peruntungan Tahun Politik

Tahun 2019 adalah tahun politik, banyak hal dikaitkan dengan topik dan gosip politik. Paulus kemudian bertanya kepada salah satu guru dan ahli Feng Shui yang bernama Ibu Marge. Jadi bagaimana peruntungan kedua Calon Presiden di tahun Babi tanah ini?

Dengan tenang Ibu Marge menjelaskan: Kandidat pertama adalah Bapak Joko Widodo yang lahir pada 21 Juni 1961, artinya ia memiliki Shio Kerbau Logam.

Secara umum pemilik Shio Kerbau Logam seringkali punya kemauan yang bertentangan dengan orang banyak. Ia mengekspresikan perasaannya dengan jelas, tegas, penuh keyakinan, dan tidak pernah ragu pada sesuatu hal yang diinginkannya.

Kemudian Ibu Marge melanjutkan penjelasannya: sementara kandidat kedua Bapak Prabowo Subianto yang lahir pada 17 Oktober 1951 dan memiliki Shio Kelinci Logam.

Secara umum Shio Kelinci Logam lebih kuat fisik dan mentalnya dibandingkan Shio Kelinci unsur lainnya. Ia tak suka berkompromi, asyik pada dunianya, komitmen pada cita-citanya, percaya diri, dan mampu memecahkan semua permasalahan pribadinya.

Di tahun 2019 akan menjadi sebuah peringatan bagi mereka yang memiliki shio Kerbau. Karena di tahun Babi tanah ada perubahan besar dalam kepribadian shio Kerbau. Shio Kerbau akan mengklarifikasi banyak aspek pribadi dan profesional. Shio kerbau juga akan melewati masa yang penuh kedamaian, ketenangan, dan kesejahteraan.

Sedangkan bagi Shio Kelinci tahun 2019 ini akan membawa semangat, kehangatan, cinta, sukacita. Shio Kelinci akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan apa yang mereka inginkan.

Shio Kelinci juga akan banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi untuk menyusun rencana. Dan yang menarik hubungan romantis akan menjadi topik utama Shio Kelinci di tahun 2019.

Ibu Marge menutup diskusi dengan pertanyaan – jadi siapakah yang akan menjadi pemenang dalam lomba Pemilihan Presiden pada tanggal 17 April 2019 nanti?

Mari kita lihat kembali kisah legenda diatas. Apakah Kerbau baik hati yang berhasil menjadi juara kedua atau Kelinci pandai yang berada di posisi keempat dalam daftar zodiak?

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait