Tangkap Tiga Penambang Ilegal di Papua, Polisi Sita 43 Batang Emas

Tandaseru – Jajaran Subdit Tipiter Bareskrim Polri menangkap tiga orang tersangka dugaan penambangan ilegal di Papua. Dalam kasus ini polisi menyita 43 batang emas seberat 32 kg yang diduga hasil dari tambang ilegal tersebut.

Kasubdit Tipiter Bareskrim Polri kombes Pol Sugeng Putut Wicaksono menyebutkan ketiga tersangka yang berhasil ditangkap terkait kasus dugaan penambangan ilegal ini bernama James, Darwis dan Amiruddin.

“Awalnya kita amankan dua orang tersangka, yakni JKF (James) dan D (Darwis) di Bandara dan satu lagi di toko emas di Makassar pada Mei lalu,” kata Sugeng di Mapolda Sulawesi Selatan, Kamis (13/9/2018).

Putut menambahkan, usai menangkap James dan Darwis, polisi menangkap Amiruddin. Tersangka diduga telah melakukan pembelian emas dari tambang ilegal yang dicetaknya menjadi emas batangan dengan berat antara 800 gram hingga 1 kg.

Aksi tersangka ini sudah berlangsung sejak tahun 2015. Dalam satu bulan, setidaknya ia melakukan pengangkutan dengan rata-rata 5 sampai 10 kg dari Papua ke Makassar.

“Selain kita amankan 8,6 kg emas, kita juga mengamankan alat pelebur dan pencetak emas. Aksi tersangka ini sudah berlangsung sejak 2015. Dalam satu bulan, setidaknya ia melakukan pengangkutan dengan rata-rata 5 kg sampai 10 kg,” jelasnya.

Ketiga tersangka ini memiliki peran yang berbeda atas hasil pengelolaan tambang ilegal itu, mulai dari pengumpul, pemurnian hingga penjualan ke toko-toko emas di Jalan Benteng Somba Opu, Makassar, Sulsel. Bahkan, ada pula yang berperan sebagai donatur penambangan ilegal.

Atas perbuatannya tersebut, tiga orang tersangka ini dijerat dengan pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, dengan ancaman Maksimal 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp10 miliar.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -