Tanpa AS, Huawei Tetap Kuasai 5G di Dunia

TandaseruHuawei yang masuk dalam daftar hitam perdagangan AS pada pertegahan Mei lalu, tak membuatnya berkecil hati. Bahkan saat ini Huawei mengklaim tetap kuasai 5G di dunia.

Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok ternyata membawa persoalan baru. Setelah dinyatakan masuk daftar hitam pemerintahan presiden AS Donald Trump, Huawei mulai ditinggalkan.

Satu demi satu perusahaan asal AS melepaskan Huawei sebagai rekan bisnisnya, termasuk para mitra penting di dunia teknologi seperti Google, Microsoft, hingga ARM.

Dalam ajang pameran teknologi di Shanghai, Huawei mengklaim masih menguasai pasar teknologi 5G di dunia.

“Saat ini, dua pertiga dari jaringan 5G yang ada di dunia didukung oleh teknologi Huawei. Huawei sudah baik-baik saja, kami harus memastikan keberlangsungan bisnis kami,” kata Senior Executive Huawei, Ding Yun.

Huawei juga mengklaim berhasil mengamankan 50 kontrak komersil untuk pemasokan teknologi 5G secara global. Hal ini terbukti dengan naiknya 50 persen dari laporan bulan Februari lalu.

Sementara diurutan kedua ada Nokia dengan 30 kontrak, kemudian disusul Sony Erricson dengan 18 kontrak.

Selain itu, Huawei juga tercatat memiliki 2.160 paten Standard Essential (SEP) 5G, paling banyak di antara perusahaan lain yang memberi kontribusi dalam hal ini.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait