Temui Puluhan Tokoh, Jokowi Beri Sinyal Pemekaran dan Bangun Istana Papua

Tandaseru – Presiden Joko Widodo memberi sinyal lampu hijau menyetujui pemekaran wilayah di Papua. Hal ini disetujui Jokowi usai mendengar usulan dari tokoh Papua yang datang ke Istana Negara, Selasa (10/9).

Tokoh Adat Papua yang juga Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo yang mewakili tokoh Papua menyampaikan 10 poin aspirasi masyarakat Papua.

Salah satunya, Abisai Rollo meminta Jokowi adanya pemekaran 5 wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat. Jokowi pun menyetujuinya, namun hanya 2 hingga 3 wilayah.

“Terkait pemekaran, jangan banyak-banyak dulu. Tapi bapak menyampaikan, tambahan lima. Ini total atau tambahan? Saya iya, tapi mungkin tidak lima (wilayah) dulu. Mungkin kalau enggak dua (atau) tiga,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Selasa (10/9).

Menurut dia, pemekaran wilayah tersebut perlu dikaji terlebih dahulu. Jokowi menyebut pemekaran wilayah sudah diatur dalam perundang-undangan mengenai tata pelaksanaannya.

“Ini kan perlu ada kajian. Karena UU (Undang-undang) nya mendukung ke sana dan saya memang ada usulan itu dari bawah,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Tak hanya itu. Abisai Rollo juga menekankan pembangunan istana presiden RI di Papua perlu dilakukan.

“Sehingga perjalanan bapak presiden bukan lagi berkunjung tapj berkantor di papua. Kalau memindahkan istana ke Kalimantan, maka saya minta dengan hormat bangun istana di Papua. Sehingga Jokowi jadi presiden pertama yang berkantor di Papua,” ujarnya.

Merespons permintaan Abisai, utamanya terkait istana kepresidenan, Jokowi membenarkan bahwa lahan adalah tantangan utama. Tanah pun sudah disediakan seluas 10 hektare gratis.

“Bener sudah ada? Nanti kalau disampaikan hari ini de facto sudah diserahkan. Saya diskusi dulu dengan para menteri. Jadi mulai tahun depan istana ini akan dibangun. Sudah,” kata Jokowi.

Diketahui, Presiden Jokowi bertemu 61 tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Negara. Adapun tokoh yang hadir terdiri dari tokoh agama, adat, masyarakat, kepala suku, hingga mahasiswa.

Setidaknya ada 10 poin yang diminta oleh tokoh Papua dan Papua Barat kepada Jokowi. Permintaan itu antara lain, pemekaran provinsi 5 wilayah, pembentukan badan nasional urusan tanah Papua, penempatan pejabat eselon I dan eselon II di kementerian dan TPMK, pembangunan asrama nusantara di seluruh kota, wilayah dan menjamin mahasiswa Papua.

Kemudian, usulan revisi UU konsus dalam prolegnas dalam 2020, menerbitkan Inpres untuk pengangkatan ASN Kolonel di tanah Papua, percepatan palapa ring timur Papua, mengesahkan lembaga adat dan anak, serta membangun istana presiden RI di Papua di Ibu Kota Provinsi Papua, Jayapura.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait