Tentang 7 Ayat yang Berulang

Numerik Al Quran

Dalam beberapa analisa dan pendapat tentang ayat dari Qs. 15 Al Hijr 87 telah banyak dikemukakan. Namun kali ini, dari sisi pandang numerik Al Quran akan dilihat dari sudut pandang lainnya.

Yang dapat dilihat dari penjabaran sebagai berikut :

Analisa ini dimulai dari ayat yang menyatakan tentang 7 ayat yang berulang itu sendiri, yakni : Qs. 15. Al-Ḥijr : 87

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung”.

Dari nomor surat dan ayatnya : 15 dan 87

Masing-masing variabel numerik dari ayat tersebut (nomor surat dan ayatnya) dijumlahkan menjadi : 1 + 5 + 8 + 7

Dari ayatnya, disebutkan nilai 7. Sehingga formasi di atas menjadi :

~ 1 + 5 + 8 + 7 + 7 = 28

Nilai 28 adalah merupakan hasil nilai deret hitung dari 7 atau :

~ 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 = 28

Kembali perhatikan nilai 15 dan 87 :

▶ Qs. 15 Al Hijr   : 99 ayat

▶ Qs. 87 Al A’laa : 19 ayat

Dari jumlah ayat nya 99 dan 19, kembali dijumlahkan, menjadi :

▶ 9 + 9 + 1 + 9 = 28

▶ Kembali diperoleh nilai 28

Disebutkan pada ayat tersebut, 7 ayat dan Al Quran, perhatikan penjabaran nilai numerik dari lafadz Al Quran / القران  :

◀ ال = 31

◀ ق  = 21

◀ ر   = 10

◀ ا    = 1

◀ ن  = 25

Jumlah keseluruhannya adalah : 31 + 21 + 10 + 1 + 25 = 88

Ternyata nilai 88 memiliki keterkaitan yang sangat jelas dengan nilai 28.

Karena nilai 88 adalah setara dengan jumlah ayat dari surat ke 28, Al Qashash.

Dan nilai 28 sudah dijelaskan di atas, mengenai keterkaitannya dengan nilai 7.

7 ayat berulang sementara ini banyak ditafsirkan sebagai jumlah ayat dari surat Al Faatihah, 7 ayat yang tertulis (kauliyah) dimana 7 ayat ini berulang di baca dalam shalat setiap hari nya.

Sudah banyak referensi penjelasannya, dan begitu banyak hikmah ilmu yang kita dapatkan.

Namun kali ini, 7 ayat yang berulang tersebut akan dikaitkan dengan ayat-ayat yang tidak tertulis (ayat kauniyah) di alam semesta ini. Apakah itu..?

✴ 7 ayat (kauniyah) yang terjadi terus berulang di alam semesta ini adalah, jumlah hari dalam 1 minggu ✴

Melihat keterkaitannya nilai 7 ini dengan Al Quran (seperti penjabaran di atas), sangat jelas pesan yang bisa ditangkap, bahwa dalam keseharian kita yang tidak pernah lepas dari putaran waktu 7 hari (dalam satu minggu), sejak terlahir sampai akhir hayat kelak. Janganlah kita pernah lepas dari ketentuan dan ketetapan Firman Allah SWT di Al Quran.

Dengan upaya untuk terus membacanya, mengkajinya,  memahaminya dan mengamalkannya.

Agar kelak kita senantiasa menjadi hamba-hambaNya yang beriman dan selalu patuh/sujud hanya kepadaNya.

Tentang pencapaian untuk menjadi hambaNya yang beriman, dapat dijelaskan kembali dengan memperhatkan lagi nilai 99 dan 19 di atas, yang bila dijumlahkan menjadi : 99 + 19 = 118

Nilai 118 ini adalah merupakan jumlah ayat dr. Qs. 23, Al Mu’minuun (orang yang beriman).

Sebuah nilai yang harus kita capai, dari hari ke hari bukan..? Yang di dalam kesehariannya wajib selalu patuh dan sujud hanya kepada ketentuanNya.

Selanjutnya, nilai 7 dalam bahasa Arab adalah Sab’a (سبع), yang mengandung nilai numerik sbb :

◀ س = 12

◀ ب  = 2

◀ ع  = 18

Jumlahnya adalah : 12 + 2 + 18 = 32

Nilai 32 ini dikonversikan menjadi nomor surat  ke 32 yaitu As Sajdah, Sujud/tempat sujud.

Nah, semakin jelas bukan hubungannya dengan pencapaian sebagai orang yang beriman (Qs. 23 Al Mukminun) yang patuh dan sujud hanya kepada Allah SWT, dengan segala ketentuanNya di Al Quran?

Terkait dengan 7 ayat yang berulang dan surat As Sajdah/sujud di sajdah, bukankah hal tersebut (Shalat + Sajdah) wajib kita tegakkan dalam keseharian kita? Berulang dan terus berulang dalam putaran waktu 7 hari dalam satu minggu.

Baik dalam aplikasi ritual ibadah shalatnya maupun implementasi nilai-nilai luhur dari shalat tersebut yang tercermin dalam akhlak, kiprah dan perilaku kehidupan nyata kita.

Terlebih lagi ketika kita bersujud, tumpuan sujud yang bersentuhan dengan sajdah ada 7 titik, yaitu :

▶ Kepala (1 titik)

▶ Telapak tangan kanan dan kiri (2 titik)

▶ Lulut kanan dan kiri (2 titik)

▶ Telapak kaki kanan dan kiri (2 titik)

Bukankah kita bersujud (7 titik sujud) dilakukan berulang-berulang kali dalam setiap ritual salat kita?

Dan bacaan pada sujud itu pun disebutkan lafadz A’laa (Subhana Rabbiyal A’laa).

Ternyata nomor ayat dari Qs. 15 Al Hijr yang menyebut 7 ayat yang diulang-ulang ini (ayat ke 87), bila dikonversikan menjadi nomor surat adalah : Qs. 87 Al A’laa (Yang Maha Tinggi)

Sangat pantas bila dikatakan bahwa posisi sujud adalah posisi tertinggi dalam shalat, karena disaat itulah kita benar-benar mengakui kerendahan diri kita di hadapan Dia Yang Maha Tinggi, Allah SWT.

Dan semakin dipertegas pula, dengan nilai 7, yang bila dikonversikan menjadi nomor surat adalah : Qs. 7 Al A’raaf (Tempat Tertinggi).

Yaa.. ternyata 7 “ayat” yang disebut berulang-ulang dalam Qs. 15 ; 87 tersebut, memiliki makna yang teramat sangat dalam. Yang terus mengiringi kehidupan kita, sampai kelak akhir hayat kita.

 

Syaiful Husein

Penulis Buku Paradigma Numerik dan Struktur Al Quran

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait