Terkait Akuisisi Danamon, OJK Tunggu Laporan Resmi MUFG

JAKARTA (!)Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunggu laporan resmi dari The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG) yang berencana mengakuisisi saham PT Bank Danamon Tbk.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ( POJK ), akuisisi lebih dari 40 persen bisa dilakukan kalau ada persetujuan OJK dan bank tersebut harus go public.

Sementara itu, kabarnya The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (MUFG) akan mengakuisisi 73,8 persen Bank Danamon.

“Sebenarnya 40 persen ini kan sesuatu yang harus kita terapkan secara konsisten, tapi kita ada jalan keluar. Makanya mengenai berapa persennya suruh datang ke kita,” ujar Wimboh di Jakarta (2/1).

Selain itu, OJK menilai semua aksi korporasi baik itu merger maupun akuisisi, harus bisa memberikan dampak terhadap ekonomi domestik untuk tumbuh lebih tinggi lagi ke depan.

Oleh karena itu, Wimboh meminta MUFG untuk menyusun rencana jangka menengah panjang terkait aksi korporasi tersebut.

“Kalau mau membeli lebih dari 40 persen, silahkan datang bicara. Tapi kan kita punya tujuan supaya kepemilikan ini menjadi lebih ter-spreading,” jelas dia.

Meski begitu, Wimboh enggan menjawab apakah OJK telah memberikan izin atau menolak rencana akuisisi tersebut. “Suruh lapor dulu dong sini. Mana orang, kertasnya, belum kita lihat,” ujarnya.

Sebelumnya, MUFG dikabarkan menyepakati perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Asia Financial Pte Ltd dan entitas lain guna mengakuisisi 73,8 persen saham PT Bank Danamon Tbk.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -