Terkait Tumpahan Minyak, Ditpolair dan Pertamina Tinjau Perairan Karawang dan Kepulauan Seribu

Tandaseru – Pertamina masih terus melakukan upaya penanggulangan sebaran tumpahan minyak mentah di sepanjang Perairan Utara Karawang dan Perairan Kepulauan Seribu bersama dengan beberapa pihak.

Ditpolair Korpolairud dengan sumber daya yang dimiliki juga telah berupaya membantu dalam hal ini pihak Pertamina dengan menurunkan beberapa kapal patroli dan personelnya dalam beberapa hari ini untuk melakukan pembersihan tumpahan minyak mentah tersebut.

Pada Kamis (15/8) Dirpolair Korpolairud Brigjen Pol. Lotharia Latif, bersama dengan Jajaran Pertamina melakukan peninjauan Oil Spill Combat dan area terdampak penyebaran minyak mentah tersebut di seputaran Perairan Utara Jakarta, Karawang dan Kepulauan Seribu.

“Kita membantu maksimal ya, upaya dari mitra kita Pertamina ini dalam menanggulangi kejadian bocornya pengeboran sumur minyak di lepas pantai Karawang”, ujarnya.

Bantuan pihak Ditpolair Korpolairud juga dalam hal bantuan fasilitas kapal untuk melakukan survey, pengamatan dan pemetaan area perairan yang terdampak oleh pihak Pertamina.

“Kita tahu, bahwa tumpahan minyak di perairan ini harus kita tanggulangi secara bersama tentunya dengan cepat, tepat dan efisien”, lanjut Dirpolair.

Sementara itu, Pantauan Humas Ditpolair Mabes berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan secara bersama pihak Ditpolair dan Pertamina beberapa hari lalu, terdapat beberapa wilayah perairan sekitar Kepulauan Seribu seperti di sekitar Pulau Damar Besar, Pulau Damar Kecil, Pulau Untung Jawa, Pulau Ayer, Pulau Onrus, Pulau Bidadari, Pulau Cipir terdapat tumpahan minyak dari Sumur di Perairan Karawang.

“Secara umum, tadi hasil pengecekan masih ditemukan ada gumpalan mengumpul di beberapa lokasi perairan sekitar Pulau Seribu. Tumpahan minyak juga dijumpai di sepanjang pesisir Pulau – Pulau lainnya”, ujar petugas Pertamina yang turut menyertai kegiatan.

“Tumpahan minyak mentah di perairan tentu berdampak kurang baik terhadap lingkungan dan juga kesehatan, laut merupakan tempat nelayan mencari nafkah. Daerah pesisir dan Pulau – pulau di Kepulauan Seribu merupakan lokasi pariwisata, jika tercemar tentu jumlah wisatawan yang datang akan menurun. Untuk menangani hal tersebut tentu membutuhkan kerjasama semua pihak dan kami akan mengerahkan potensi yang kita miliki. Kapal – kapal kita yang bertugas BKO Polda Metro Jaya dan juga Ditpolair Polda kita perintahkan untuk membantu melakukan hal yang sama yaitu berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menanggulangi dampak tumpahan minyak mentah ini”, tutup Brigjen Latif.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait