Ternyata Begini Penampakan Krayon Jika Berumur 10.000 Tahun

INGGRIS (!) – Ternyata aktivitas mewarnai menjadi salah satu hal yang disukai manusia zaman dulu. Terbukti dengan adanya para peneliti yang belum lama ini menemukan sebuah ‘krayon kuno’ yang diperkirakan usianya lebih dari 10.000 tahun.

Andy Needham, seorang arkeolog bernama mengetahui krayon berwarna coklat kemerahan itu rupanya telah ditemukan tahun 1980-an, namun belum ada yang pernah mempelajarinya.

Nedham pun segera mengambil kesempatan berharga ini. Penemuan ini menampakkan krayon coklat kemerahan yang ditemukan di Inggris, tepatnya di situs bernama Star Carr. Di Scarborough, Yorkshire, berdekatan dengan Lake Flixton.

Daerah yang termasuk terkenal dengan artefak dari zaman batu yang berasal dari tahun 8.000 sebelum masehi hingga 2.700 sebelum masehi.

Menurut perkiraan para periset, artefak ini merupakan temuan siginfikan yang terbuat dari oker, yakni pigmen tanah liat alami.

Needham pun terkesan dengan ketajaman krayon ini dengan mengatakan “Saya benar-benar kagum dengan betapa kecil dan rumitnya potongan itu. Panjangnya hanya beberapa sentimeter tapi menyimpan bukti yang sangat jelas dari penggunaan orang pada jaman Mesolitik,” ungkap Needham dikutip dari Newsweek, Jumat (26/01).

KRAYON

Oker merupakan pigmen mineral yang digunakan pemburu prasejarah di seluruh dunia. Salah satu bahan yang sering digunakan oleh manusia purba pada zaman Mesolitik.

Penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa orang mengumpulkan oker dan memprosesnya dengan cara yang berbeda selama periode Mesolitik. Beberapa di antara penggunaan oker adalah tabir surya dan penghalau serangga.

Benda tersebut dipelajari oleh kolaborasi interdisipliner antara Fisika di University of York dan Departemen Arkeologi.

Namun bentuk dan tanda kedua oker ini membuat para peneliti berhipotesis bahwa benda tersebut digunakan untuk seni.

KRAYON

Dengan beberapa metode, para peneliti dapat melihat beberapa benda pada tingkat yang sangat tinggi.

Nedham dan koleganya menulis laporan yang di publikasikan di Journal of Archaeological Science bahwa alur yang dalam memiliki desain artistik yang jelas pada kerikil tersebut menunjukkan bahwa itu digunakan untuk membuat warna merah.

Mereka juga menambahkan, tepi tajam dengan striasi di berbagai arah mungkin menunjukkann potongan berbentuk memanjang yang digunakan sebagai alat gambar dan pewarnaan, mungkin dengan cara yang mirip pensil kontemporer atau krayon.

Kesimpulan tersebut juga diperkuat pada fakta bahwa wilayah penemuan artefak tersebut dikenal karena keseniannya.

Mungkin saja para manusia purba menggunakan krayon kuno berwarna tersebut untuk membuat potongan dekoratif atau bahkan mewarnai kulit hewan.

Para peneliti ini juga akan berencana membuat replika potongan oker dan menggunakannya seperti krayon. Hal ini dilakukan untuk membandingkan hasilnya pada tingkat mikroskopik.

Perbandingan tersebut nantinya berguna untuk memastikan dengan tepat bagaimana benda kuno ini digunakan, tutup Needham.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait