Sudah Merdeka, Indonesia Pernah Rasakan 3 Teror ini!

Tandaseru – Mungkin bagi Anda kaum milenial hanya tahu Indonesia sudah merdeka, padahal sempat terjadi teror paling mencekam di Indonesia yang mungkin tak pernah Anda bayangkan!

Usai perjuangan pada 1945, ternyata perjalanan sejarah Indonesia tidak berhenti sampai situ. Karena, Indonesia masih lekat dengan beragam kisah kontroversi dan peristiwa kelam.

Kekerasan, pembunuhan sampai teror terjadi di era 80-an, 90-an, hingga awal 2000-an yang sanggup buat merinding jika mengingatnya kembali.

Teror mencekam yang masih sering diingat adalah teror pembantaian dukun santet di Banyuwangi pada 1998 silam.

Seperti dilansir dari tirto.id, mereka yang jadi korban adalah guru ngaji dan tokoh-tokoh masyarakat, yang disinyalir mempraktikkan ilmu hitam sekalipun banyak dari mereka yang ternyata tidak tahu apa-apa soal santet.

Teror penembakan misterius (Petrus) jadi teror paling mencekam di Indonesia!

Ketika aksi kejahatan meningkat pada 1980-an, membuat pemerintahan di masa Soeharto menjalankan operasi rahasia yang menjadi pro dan kontra oleh beragam pihak.

Hasbi, mantan Komandan Kodim 0734 Yogyakarta dilansir dari nasional.tempo.com menyatakan saat wawancara, Operasi Petrus tersebut dimulai November 1982 karena kondisi keamanan masyarakat yang saat itu sangat terganggu oleh keberadaan para gali.

Gali merupakan pengacau yang terkelompok dalam Gabungan Anak Liar. Mereka ini yang dinilai sangat meresahkan masyarakat sekitar.

Serupa dengan teror mencekam geng motor yang terjadi akhir-akhir ini. Maka sebagai langkah awal, terdapat daftar nama preman yang dikumpulkan dari hasil laporan masyarakat.

Kedan disaring oleh Badan Koordinasi Intelijen. Tindakan itulah yang berkembang jadi Operasi Clurit dan tersebar di banyak provinsi dan kota.

pengobatan alternatif
Ilustrasi

Teror Ninja yang resahkan

Sempat disinggung sedikit di atas, teror paling mencekam di Indonesia ini terjadi di Banyuwangi pada 1998. Bukan hanya terjadi di Kota Gandrung, kejadian serupa bahkan sempat menyebar di sejumlah wilayah lainnya.

Dikutip dari tirto.id, secara nasional peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan “Dukun Santet” dan “Ninja”. Para pelaku menggunakan pakaian serba hitam, dan beraksi layaknya ninja yang keberadaannya sangat misterius.

Namun, jauh setelah peristiwa pembantaian itu, masyarakat Banyuwangi dikejutkan kembali oleh teror baru yaitu gedor pintu. Penggedor pintu misterius tersebut seperti dilansir dari News.detik.com melakukan aksinya berulang kali setiap pukul 22.00 WIB sampai 03.00 WIB.

Karena hal tersebut akibatnya, banyak warga sekitar yang jadi tak bisa beristirahat dengan tenang dan merasa ketakutan.

(tandaseru.id/Dimas)

Teror kolor ijo

Untuk teror satu ini mungkin Anda pernah mendengarnya, karena khusus teror satu ini hampir seluruh masyarakat Indonesia merasa terancam.

Teror yang berbau klenik ini memang sempat meresahkan, karena kolor ijo ini sendiri tidak diketahui wujud aslinya, apakah berwujud manusia atau bukan.

Peristiwa pada awal 2000-an ini sukses meneror banyak orang terutama kaum wanita. Karena kolor ijo ini bukan sekedar meneror, tapi disinyalir melakukan tindakan asusila pada korbannya.

Menurut hasil Observasi Furi Harun yang dilansir dari Lifestyle.okezone.com, ada sekelompok orang yang menganut ilmu hitam bersekutu dengan Kolor Ijo untuk memperkaya diri.

Disebutkan juga, para pelakunya diharuskan meggauli wanita sebanyak mungkin agar ilmunya akan meningkat. Jadi tidak heran jika kaum wanita saat itu banyak yang khawatir ditemui kolor ijo.

Saat ini tidak hanya teror bersekala kecil, tapi lebih berkembang sampai tindakan pengeboman, pembegalan dan sebagainya.

Sekalipun sudah merdeka, mengetahui teror paling mencekam di Indonesia tersebut membuat Anda dan semua masyarakat Indonesia harus tetap berhati-hati dan saling menjaga satu sama lain!

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait