Terorisme Libatkan Anak dan Perempuan, Ini Reaksi Menteri Yohana

Tandaseru – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise bereaksi atas aksi teror bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak dan perempuan.

Yohana mengatakan, Kementerian PPPA hanya bisa menyarankan untuk menjauhi kegiatan yang berbau radikalisme. Yohana mengajak perempun Indonesia untuk sama-sama membangun negara menjadi lebih baik.

“Kami sangat menyesalkan kejadian seperti ini,” ujar Yohana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Pemerintah, kata Yohana, meminta perempuan Indonesia bangkit, maju. Jangan buat hal-hal yang tidak produktif, dan lebih konsentrasi ke pembangunan bangsa ini.

“Termasuk mencerdaskan anak-anak,” Yohana menambahkan.

Menurut Yohana, aksi teror yang melibatkan anak sudah melanggar UU Perlindungan Anak, khususnya pasal 76. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa orang tua harus melindungi anaknya dan tidak boleh melibatkan anak-anak dalam perlakuan salah.

“Ini termasuk hal yang salah. Dan orangtua yang melibatkan anak terlibat radikalisme dan menjadi teroris bisa dikenakan UU Perlindungan Anak,” katanya.

Kumpulan Berita Terkait