Tersangka Kasus Korupsi Dana Kemah Ahmad Fanani Mangkir dari Panggilan Polisi

Tandaseru – Tersangka kasus korupsi dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani mangkir dari panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka.

“Enggak hadir ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, Senin (22/7).

Atas ketidakhadirannya itu, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya akan mengagendakan ulang. Namun, Argo belum dapat memastikan jadwal pemeriksaan ulang itu.

“Nanti diagenda ulang,” ujar Argo.

Terpisah, Kuasa Hukum Ahmad Fanani, Gufron mengaku tak mengetahui kliennya diagendakan untuk diperiksa hari ini. Menurut dia, setiap ada panggilan dari Podla Metro Jaya ia selalu diberitahu.

“Setahu saya belum ada surat panggilan dari Polda. Tapi, yang jelas Mas Fanani belum menginformasikan ke saya kalau ada pemanggilan, kalau benar adanya,” aku Gufron.

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan mengaku telah melayangkan surat panggilan kepada Fanani. Surat dengan agenda pemeriksaan perdana sebagai tersangka itu dikirimkan pada Jumat, 19 Juli 2019 lalu.

“Jumat kita kirim surat panggilannya,” pungkas Bhakti.

Fanani ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Rabu, 19 Juni 2019. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus itu, Fanani diduga merugikan negara hingga Rp1,7 miliar.

Sebelum penetapan tersangka, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta. Mereka adalah panitia yang terlibat dalam kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia.

Polisi juga memeriksa sejumlah eks pengurus Pemuda Muhammadiyah. Di antaranya, mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Muhammadiyah Putra Batu Bara, mantan Sekretaris Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Virgo Sulianto Gohardi, mantan Bendahara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Fuji Abdurrohman dan Syahputra.

Kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah itu telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan dana dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.

Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) karena dituding menilap uang. Namun, Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu. Alasannya, tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia diselenggarakan di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi Kemenpora dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait