Tersesat dalam Kebenaran

Kita membaca banyak komentar anggota WAG (whatsapp group) yang merasa dirinya lebih ahli dari ahli hanya dengan modal membaca dari sosial media.

Kita tahu mayoritas anggota yang rajin komentar di WAG juga tidak berada di lapangan saat kejadian sebenarnya sedang berlangsung.

Kita melihat fakta, dinamika dan suasana kebatinan di lapangan sering berbeda dengan ramainya komentar serampangan di sosial media.

Kita semua sibuk mencari kesalahan sesama, padahal tunjukkan saja kalau dalam kehidupan kita pribadi memang telah menjalankan kebenaran.

Sebaiknya tenang saja, lebih mulia jika kita mengolah batin untuk membuka cahaya yang bersemayam di dalam diri setiap manusia.

Cahaya dari dalam diri kita inilah yang akan menunjukkan dan membawa kita ke jalan kebenaran.

Banyak di antara kita telah tersesat dalam kebenaran, karena asyik dan merasa dirinya lebih mengetahui tentang kebenaran.

Hanya melalui ketenangan dan pengolahan batin, kita akan berjumpa dengan hangatnya cahaya kebenaran.

Hanya cahaya kebenaran yang mampu menembus kemunafikan, ketidaktahuan atau kegelisahan dan ia yang akan memuliakan diri kita sebagai sejatinya manusia.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait