Tetaplah Rendah Hati

Dalam sebuah penelitian, yang dilakukan oleh Joshua Hook Ph.D, seorang asisten profesor psikologi di University of North Texas, meminta mahasiswa untuk memeriksa profil kencan online dari pasangan romantis yang mereka incar, dan menilai kemungkinan apakah mereka bersedia kencan dengan orang tersebut.

Mahasiswa melihat uraian tentang minat, riwayat hidup orang bersangkutan termasuk profil lain yang mencakup pengukuran berbagai ciri kepribadian.

Terhadap satu kelompok ditunjukkan profil seseorang yang dinilai “sangat rendah hati”. Pada kelompok kedua ditunjukkan profil yang sama persis, tetapi dengan rating “tidak rendah hati”.

Ternyata para mahasiswa secara signifikan lebih memilih calon pasangan kencan yang lebih rendah hati, dibandingkan calon pasangan kencan yang tidak rendah hati. “Ketika kamu tidak harus selalu benar, hubungan jadi lebih lancar dan bisa lebih intim,” kata Hook.

Hook yakin ada hubungan yang sangat kuat antara kerendahan hati dengan kebahagiaan.

Mengalahkan ego

Jika kamu perhatikan dengan seksama, orang-orang yang memiliki ketenangan dan kebahagiaan adalah orang yang telah mengalahkan ego dan kesombongan dirinya alias menguasai kerendahan hati.

Kamu perlu mengubah persepsi. Mengalah itu hakikatnya adalah sebuah kekuatan. Menjadi pemenang formal dalam sebuah lomba atau kontestasi bukanlah segala-galanya.

Dalam beberapa kali lomba fotografi yang diselenggarakan di kantor, para pemenang langsung berkomentar: “Jelas saja saya bisa menang, pasti karena Bapak sengaja mengalah dengan tidak mengirimkan foto yang terbaik.” Itu adalah sikap rendah hati, tidak menepuk dada bahwa dirinya hebat.”

Kerendahan hati sejatinya adalah memahami bahwa segala kebaikan dan kemuliaan semata-mata karena berkat dan karunia Tuhan Yang Maha Pengasih.

Hook yakin ada hubungan yang sangat kuat antara kerendahan hati dengan kebahagiaan.

Jika semua aib dan kekurangan kita dibuka, maka tidak ada lagi yang bisa disombongkan, begitu juga dengan kemuliaan lahiriah yang menempel pada diri kita.

Banyak orang mungkin menghargai sifat rendah hati orang lain. Kamu tidak merasa terancam oleh orang-orang biasa yang rendah hati. Tetapi untuk diri sendiri, kamu lebih suka disebut percaya diri dan berani.

Maka, tenang saja dan jadilah makhluk yang memiliki kerendahan hati. Biarkan alam semesta membantu kamu menjadi pribadi yang bahagia.

“Belajarlah mengalah sampai tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan kamu. Belajarlah merendah sampai tidak seorangpun yang bisa merendahkan kamu,” kata Gobind Vashdev, penulis buku Happiness Inside yang pernah menjadi relawan saat bom teroris mengguncang Bali beberapa tahun silam.

Show respect and stay humble…

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait