Tim Gabungan Tolitoli Coba Tembus Wilayah Pusat Gempa Donggala yang Terisolir

Tandaseru – Wilayah terdampak gempa bumi dan tsunami di Donggala, Sulawesi Tengah, tepatnya di Kecamatan Srenja dan Balesang, hingga saat ini belum mendapat penanganan dan akses jalan menuju lokasi di pusat gempa itu terputus.

Hingga saat ini pihak terkait belum mendapatkan informasi kondisi di kedua lokasi itu pasca gempa Donggala berkekuatan 7,4 skala Richter pada Jumat (28/9/2018) sore.

Kapolres Tolitoli AKBP M. Iqbal mengatakan, pihaknya segera mengirimkan personel untuk menembus dan menuju ke dua lokasi yang masih terisolir itu.

kapolres tolitoli
(istimewa)

“Jarak dari Palu ke Srenja dan Balesang 4 jam tetapi jalur tertutup. Sedangkan jarak dari Tolitoli ke pusat gempa di Srenja 7 jam, InsyaAllah bisa kami tembus,” kata Iqbal seperti dilaporkan tribratanews, Minggu (30/09/2018) pagi.

Dia mengatakan rapat Forkopimda Tolitoli kemarin memutuskan pengiriman personel gabungan ke Donggala pada Minggu pagi ini sekitar pukul 08.00 WITA.

Personel tersebut terdiri dari TNI, Polri, Pemda Tolitoli, tim medis dokter dan perawat, serta relawan sebanyak 250 orang dan dipimpin langsung oleh Kapolres dan Bupati Tolitoli.

tim gabungan tolitoli
(istimewa)

Selain mengirimkan tenaga bantuan, personel gabungan juga membawa beras sebanyak 25 ton dengan 4 truk, sembako, pakaian layak pakai dan obat obatan selain peralatan lapangan seperti tenda medis, tenda lapangan, gergaji senso,  cangkul dan lainnya.

“Sasarannya kami sisir daerah terdampak di sepanjang pantai barat, khususnya Srenja dan Balesang ke arah Palu. Semoga kami bisa tembus dan membawa bantuan ini ke masyarakat terdampak,” katanya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait