Tjahjo: Terus Ingat Area Rawan Korupsi

Tandaseru – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan kepala daerah yang berprestasi dalam pembangunan di daerahnya tetap harus hati-hati terhadap area rawan korupsi. Jangan sampai kemudian prestasi yang ditorehkan langsung rusak oleh praktik korupsi.
“Area rawan di perencanaan anggaran, hibah dan dana bansos, retribusi dan pajak dan mekanisme pembelian barang dan jasa. Ini yang selalu menjadi sorotan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), ” kata Tjahjo disela-sela acara Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dgn Pemberian Penghargaan Bagi Daerah yang Berkinerja Terbaik, di Jakarta, Rabu (25/4/2018).
Menurut Tjahjo, ia contohkan Jawa Timur. Jawa Timur sejak jaman pemerintahan Soeharto memang langganan mendapat penghargaan sebagai daerah berprestasi. Tahun ini, di tahun ketujuh,  Jatim  tak lagi mendapat penghargaan, karena memang sudah dua kali meraihnya. Yang pasti ada beberapa indikator sebuah daerah itu kinerjanya dikatakan baik dan layak diapresiasi.
“Saya kira dari sisi pertumbuhan,  kemudian masalah yang berkaitan dengan BUMD, menggerakkan dan mengorganisir Pemda,” katanya.
Beberapa daerah di Indonesia, kata Tjahjo, seperti Banyuwangi, Surabaya, Pasuruan, Malang dan sebagainya, prestasinya cukup menonjol.
Tapi ia mengingatkan, agar prestasi yang diraih juga diimbangi dengan transparansi. Area rawan korupsi harus dihindari. Salah satunya, lewat penerapan  e-planning atau smart city.  Menurutnya, ini akan mendorong terwujudnya transparansi.
“Itu yang kita tekankan karena arahan bapak Jokowi dengan otonomi daerah ini harus mampu membangun sinergi antara pemerintah pusat yang semakin efektif, efisien dalam melayani masyarakat, dalam mempercepat proses reformasi birokrasi untuk memperkuat otonomi daerah,” katanya.
Contoh lainnya daerah otonom baru yang cukup berhasil, kata dia, adalah Provinsi Kalimantan Utara.  Provinsi termuda di Indonesia ini, telah ditetapkan sebagai daerah otonomi penuh setelah selama lima tahun dinilai sukses melakukan berbagai perubahan.
Provinsi Jawa Barat juga begitu. Gubernur Jawa Barat yang telah memimpin selama dua periode dinilai berhasil membawa kemajuan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait