TKN Jokowi Prihatin Lihat Prabowo Marah-Marah ke Media

Tandaseru – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Maruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut Prabowo Subianto tak pantas memarahi dan menuding media menyebarkan berita bohong.

Pernyataan itu disampaikan Karding merespons ucapan capres nomor urut 02 itu yang mengatakan pers banyak bohong, salah satunya dalam memberitakan Reuni Aksi 212.

“Jika dibandingkan jaman Soeharto, pers itu jauh dan sangat jauh berbeda dengan hari ini. Hari ini sangan demokratis,” kata Karding, Rabu (5/12).

Karding merasa prihatin bahwa statement ini sepantasnya tidak diucapkan. Karding menyebut, pascakejatuhan Soeharto di 1998, memang ada dinamika terkait kebebasan pers di Indonesia.

“Tapi saat ini orang meliput tanpa tekanan, orang memberitakan tanpa bredel, diberikan independensi kepada wartawan dan pers, silakan mau meliput apa saja sepanjang sesuai kaidah-kaidah jurnalisme,” tambahnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menuding pemberitaan di media sebagian besar memublikasikan berita bohong. Prabowo bahkan menyebut pers adalah bagian dari pihak yang memanipulasi demokrasi di Indonesia.

“Pers ya terus terang saja banyak bohongnya dari benarnya. Setiap hari ada kira-kira lima sampai delapan koran yang datang ke tempat saya. Saya mau lihat bohong apalagi nih,” kata Prabowo di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Kekesalan Prabowo didasari minimnya publikasi acara reuni 212 yang dihadiri dirinya. Prabowo menuding sikap media-media yang tidak memberitakan acara reuni 212 tidak objektif.

“Ada belasan (juta) mereka enggak mau melaporkan,” kata Prabowo.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait