Gila, Tradisi Sadis Kuil di India ini Buat Wanitanya Dicambuki Agar Sembuh!

Tandaseru – Jika seharusnya wanita di hormati dan diperlakukan sebaik mungkin, tapi tidak bagi para wanita di salah satu kuil kuno yang memiliki tradisi untuk menyiksa para wanita di sekitarnya. Ada yang tahu seperti apa tradisi sadis kuil di India tersebut?

Di dunia ini memang memiliki tradisi atau ritual yang berbeda-beda, bahkan tak jarang banyak ritual atau tradisi yang cenderung aneh dan di luar nalar manusia. Salah satunya tradisi yang terdapat di salah satu kuil kuno yang berada di India yang terkenal sadis memperlakukan wanita.

Tradisi sadis kuil di India bernama Achappan!

Jauh dari kata menyenangkan, tradisi yang dilakukan masyarakat di sekitar kuil kuno bernama Achappan di Trichy, India Selatan.

Saat melaksanakan tradisi pada kuil tersebut tidak sedikit yang menangis, merintih bahkan sampai harus menjerit akibat kekerasan yang diterima mereka dalam tradisi tersebut.

Banyak yang mengenal tradisi dalam kuil kuno itu merupakan tindakan yang terbilang sadis. Pasalnya, tradisi tersebut memiliki kaitan dengan pengusiran roh yang tengah bersemayam dalam tubuh para wanita.

Yang membuat tradisi itu unik sekaligus mengerikan, adalah pada pelaksanaannya, para wanita di sana akan antre sampai lima jam.

Setelah itu, secara bergiliran para wanita itu harus berlutut di tanah kemudian mereka akan menerima cambukan keras. Cambukan itu dilakukan oleh Sami, seorang biksu yang bertugas di kuil kuno itu, dengan menggunakan rotan.

Tangis dan jerit menghiasi tradisi!

Yang menyedihkan, selama tradisi berlangsung tangisan keras dari para wanita yang hadir mengiringi tradisi pengusiran roh di Kuil Achappan.

Ditambah lagi para wanita itu harus meringis serta menggeliat kesakitan ketika cambuk akan mendarat dengan ganas pada punggung mereka masing-masing.

Mirisnya lagi, bukan hanya wanita dewasa, tapi anak-anak perempuan pun ikut pula merasakan keganasan dari cambuk rotan itu.

Vishakha jadi salah satu gadis berusia sekolah yang ikut mengantre agar bisa menjalani tradisi tersebut. Dia tak datang sendiri tapi ditemani orangtuanya.

Orangtua Vishakha menganggap putrinya tersebut tengah dikuasai roh jahat. Orangtuanya pun mengaku roh jahat itulah yang membuat Vishakha tidak bisa serius belajar.

Tapi suara lain muncul dari Vishakha, anak tersebut justru mengaku malu jika teman-temannya mengetahui dirinya mengikuti ritual penyembuhan gangguan mental dengan dicambuk itu.

Bukan sekedar malas belajar, alasan lainnya yang ditemukan adalah mereka para gadis yang tak kunjung datang bulan atau bisa juga yang mengalami menstruasi tidak teratur, akan dibawa orangtuanya untuk mengikuti tradisi tersebut.

Sekalipun banyak pendapat kontra pada tradisi sadis tersebut, ada wanita berusia 60 tahun yang mengaku, cambukan yang ditujukan itu bermaksud untuk menyembuhkan segala penyakit, baik secara fisik ataupun mental.

Bahkan dia mengatakan, dirinya sudah menjalani tradisi cambukan tersebut selama satu dekade terakhir dan merasakan sembuh dari segala sakitnya.

Dirinya pun menambahkan, bahwa bukan hanya dirinya banyak orang di sekitar kuil memercayai tradisi pengusiran roh jahat lewat cambukan rotan tersebut.

Sekalipun banyak yang meyakini tradisi sadis kuil di India itu menghadirkan kesembuhan, tapi tetap saja pencambukkan terhadap wanita itu merupakan tindakkan kasar!

Kumpulan Berita Terkait