Tanda Seru
Cek Fakta Berita di Indonesia

Uni Soviet Bubar Saat Natal

JAKARTA (!) – Rabu, 25 Desember 1991, saat seluruh dunia merayakan Hari Raya Natal, Pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev resmi mengundurkan diri setelah enam tahun menjabat (1985-1991).

Pengumuman pengunduran diri disampaikannya langsung oleh Gorbachev dalam pidato selama 10 menit yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal.

“Pemilihan umum yang demokratis kini sudah terlaksana. Kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, Kebebasan pers, kebebasan beribah, semuanya sudah terwujud. Dengan transformasi ini, saya menyatakan berhenti sebagai Presiden Uni Soviet,” kata Gorbachev, seperti dikutip situs History.

Pada saat yang bersamaan, sistem negara Uni Soviet yang totalitariaisme berubah menjadi negara independen persemakmuran (Commonwealth of Independent States/CIS).

Kontrol pemerintahan untuk sementara diserahkan ke Boris Yeltsin selaku Perdana Menteri Rusia, termasuk kontrol nuklir di dunia internasional.

Rusia mewarisi posisi Uni Soviet untuk posisi anggota Dewan Keamaan Tetap PBB, termasuk dalam hal nuklir.

Pada saat itu juga, bendera Uni Soviet berwarna merah dan bergambarkan palu arit diturunkan di Istana Presiden di Kremlin, Moskow, dan digantikan oleh Federasi Rusia. Hal serupa juga dilakukan di seluruh kedutaan besar Soviet di seluruh dunia.

Transformasi yang dilakukan Gorbachev dari Uni Soviet ke Federasi Rusia dinilai rakyatnya dan juga publik internasional sebagai pemimpin yang visioner, kendati sebagian pihak menilai dirinya terlalu naif atas langkahnya tersebut.

Anda mungkin juga berminat