Usaha Bongkar Muat Dikuasai Pelindo II, 5 Asosiasi di Teluk Bayur Ancam Mogok

Tandaseru – Lima asosiasi di Pelabuhan Teluk Bayur Padang mengancam stop operasi selama satu minggu, menuntut agar kegiatan yang dikuasai PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dikembalikan kepada perusahaan bongkar muat.

Tokoh sentral masyarakat pekerja Pelabuhan Teluk Bayur, H. M. Tauhid, mengungkapkan para pekerja TKBM (tenaga kerja bongkar muat), perusahaan pelayaran, perusahaan angkutan truk, dan perusahaan logistik sepakat menggelar aksi diam dan tidak bekerja mulai Senin (8/10/2018).

Para pekerja itu tergabung dalam lima organisasi yang menjadi penyangga kegiatan di pelabuhan terbesar Sumatera Bagian Barat, yakni Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Perusahaan Pelayaran (INSA), Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI), serta Koperbam Pelabuhan Teluk Bayur dan Koperasi Angkutan Barang Pelabuhan (Kopanbabel) Teluk Bayur.

“Kegiatan kami semakin tersisih karena hampir semua dikerjakan oleh Pelindo II di Pelabuhan Teluk Bayur,” ungkap Tauhid.

Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan kegiatan Pelabuhan Teluk Bayur Bangkit dan Malagak yang diselenggarakan oleh Pelindo II Cabang Teluk Bayur. Menurut Tauhid, aksi Senin adalah puncak kekecewaan masyarakat pekerja Teluk Bayur.

“Aksi Senin besok itu tidak serta merta, organisasi asosiasi sebelumnya sudah menempuh cara-cara elegan untuk mengembalikan eksistensi asosiasi dan pekerja di Teluk Bayur, tapi seperti tidak digubris, sehingga  asosiasi mengambil sikap untuk diam dan tidak beraktifitas Senin,” tegas Tauhid.

Dikuasai Pelindo II Teluk Bayur

Dia mengatakan hampir 100% kegiatan di pelabuhan kini sudah diambil oleh Pelindo II Cabang Teluk Bayur.

“Dari 12 dermaga, sembilan sudah dikuasai Pelindo. Sisa tiga dermaga Pelindo masih ngotot mengambil alih lewat cara-cara menakuti pemilik barang dengan fasilitas dam biaya tambahan kalau bukan Pelindo perusahaam bongkar muatnya. Kondisi ini sudah berlangsung lama,” ungkapnya.

Keluhan masyarakat pekerja di Pelabuhan Teluk Bayur itu sudah disampaikan kepada pihak terkait. “Mulai dari Menteri Perhubungan, Ombudsman, bahkan ke Presiden Jokowi,” tuturnya.

General Manager Pelindo II Cabang Teluk Bayur Armen Amir mengatakan, sebetulnya hanya empat komoditas yang ditunjuk oleh cargo owneruntuk dikerjakan oleh Pelindo II.

“Penanganan komoditas itu membutuhkan investasi alat untuk mempercepat pelayanan bongkar muat. Kecepatan bongkar muat yang tinggi itu menghemat biaya logistik di pelabuhan,” ujar Armen. (translogtoday)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait