Usai MK Bacakan Putusan, Jokowi: Sekarang yang Ada Persatuan Indonesia

Tandaseru – Joko Widodo dan Ma’ruf Amin memberikan pernyataan usai Mahkamah Konstitusi membacakan putusan Sidang Sengketa Pipres 2019 yang menolak semua eksepsi kubu Prabowo-Sandiaga.

Jokowi mengatakan putusan MK merupakan putusan bersifat final. Karena itu, semuanya harus menghormati keputusan MK tersebut, karena merupakan peneguhan suara dan kehendak rakyat.

“Tidak ada lagi 01 dan 02. Yang ada adalah persatuan Indonesia,” ujar Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/6) malam sesaat sebelum bertolak menuju Jepang untum menghadiri KTT G-20.

Jokowi yang didampingi pasangannya KH Ma’ruf Amin mengajak semua pihak untuk menerima hasil putusan MK.  “Rakyat sudah memutuskan dan telah diteguhkan lewat jalur konstitusi dalam jalan bangsa yang beradab dan berbudaya,” ujar Jokowi.

Dalam sidang putusan sengketa Pilpres 2019 yang dibacakan hari ini sejak pukul 12.30- 21.16 WIB, Mahkamah Konstitusi menolak permohonan yang dilayangkan paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

“Amar putusan mengadili, menyatakan dalam eksepsi, menolak eksepsi termohon dan pihak terkait untuk seluruhnya. Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” demikian putusan mahkamah yang dibacakan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dalam sidang di Gedung MK, Jakarta, Kamis (27/6) malam.

Permohonan Sidang sengketa Pilpres yang dilayangkan kubu Prabowo-Sandi diregister MK dengan nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019. Kubu Prabowo-Sandi yang menuding telah ada kecurangan bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam pelaksanaan pemilu. Dalam sidang sengketa Pilpres ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi pihak termohon, paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf menjadi pihak terkait, dan Bawaslu RI hanya menjadi pihak pemberi keterangan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait