Usai Putusan MK 27 Juni, Semoga Tak Lagi Bicara Perbedaan di Kuburan

Tandaseru – Mahkamah Konstitusi akan mengumumkan putusan sengketa Pilpres 2019 pada Kamis (26/6). Kedua kubu peserta Pilpres, 02 dan 01 tentunya harus siap menerima keputusan yang akan diumumkan MK tersebut.

Segala bentuk perselisihan tentunya sudah berakhir dengan putusan MK itu nantinya. Kebosanan dan kejenuhan masyarakat mendengar dan melihat perselisihan kedua kubu di media sosial, televisi bahkan di kedai kopi, di rumah duka hingga di kuburan saat tetangga/kerabat meninggal dunia pun sudah seharusnya tidak lagi bergema.

Apapun hasil putusan MK tentunya harus diterima lapang dada dan legowo. Sementara MK juga harus memberikan keputusan tuntas tidak menggantung, sehingga siapa pun pemenangnya, kubu Jokowi-Ma’ruf Amin atau Prabowo-Sandiaga sudah menjadi sebuah kepastian hukum.

Siapa pun pemenangnya, Indonesia sudah harus membangun. Karena itu, tak perlu lagi unjuk rasa memprotes hasil putusan MK. Apapun alasannya, sebaiknya unjuk rasa di depan MK pada 27 Juni tentunya tak perlu dilakukan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk menggerakkan aksi massa saat Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan putusan sengketa Pilpres pada Kamis (27/6).

“Tidak ada alasan saat kita masuk suatu keputusan konstitusional kemudian ada gerakan massa lagi. Untuk apa?” tegas Menko Polhukam di Jakarta, Selasa (25/6).

Ia menyebut tidak ada alasan lagi untuk melakukan aksi demonstrasi karena kedua capres dan cawapres, baik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi, telah berkomitmen menghormati dan menerima putusan MK.

 

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait