Usut Kasus Novel Baswedan, Tim Gabungan Dibentuk

Tandaseru – Polisi terus berupaya untuk mengungkap pelaku penyiram air keras terhadap penyidik Senior KPK Novel Baswedan. Hal ini dibuktikan dengan pembentukan tim gabungan dengan Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian sebagai penanggung jawab.

Pembentukan tim gabungan ini berdasarkan Surat Tugas (ST) dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Nomor: Sgas/3/I/HUK.6.6/2019 per tanggal 8 Januari 2019. Dalam surat tersebut, ada 65 anggota Polri. Selain dari polisi juga ada dari pihak KPK sebanyak lima orang.

Kemudian dari pihak luar Polri-KPK juga ada tim pakar sebanyak tujuh orang yakni mantan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo, Ketua Umum Ikatan Sarjana Hukum Indonesia, Amzulian Rifai, Ketua Badan SETARA Institute, Hendardi, Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti dan Komisioner Komnas HAM periode 2007-2012, Nur Kholis dan Ifdhal Kasim.

“Jadi itu saya jawab terkait surat perintah itu. Bahwa itu benar Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Mantan Karo Penmas DivHumas Polri ini menuturkan, surat perintah pembentukan tim gabungan tersebut berdasarkan rekomendasi tim Komnas HAM. Nantinya tim gabungan tersebut terdiri dari Polri, KPK, tokoh masyarakat, pakar dan pihak lainnya. Tim ini akan dibentuk paling lambat 30 hari setelah surat rekomendasi dari Komnas HAM diterima Polri.

“Paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan surat perintah tim gabungan kasus Novel itu berlaku hingga enam bulan ke depan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait