Wali Kota Malang Nonaktif M. Anton Divonis 2 Tahun Penjara

Tandaseru – Wali Kota Malang nonaktif M. Anton akhirnya divonis dengan hukuman dua tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan, serta pencabutan hak politiknya selama dua tahun.

Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Mukti dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jawa Timur. “Putusan ini terhitung setelah terdakwa menjalani masa hukuman,” kata Unggul membacakan putusannya, Jumat (10/8/2018).

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama tiga tahun penjara dengan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan serta pencabutan hak politik selama 4 tahun.

Anton ditangkap dari hasil pengembangan kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan 2015 Kota Malang. Dia dianggap bersalah dan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-undang tentang Tidak Pidana Korupsi.

Berdasarkan pantauan Tandaseru.id, sidang putusan M. Anton dihadiri oleh sekitar 100 orang simpatisan yang datang langsung dari Malang. Mereka memberikan dukungan moril kepada Wali Kota Malang nonaktif itu di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id