Wow, Begini Kecanggihan Teknologi LRT Tanpa Masinis Buatan Madiun

Setelah sukses merealisasikan kereta light rail transit(LRT) Palembang, PT INKA (Persero) kembali dipercaya untuk membangun kereta LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek).

BUMN manufaktur sarana perkeretaapian terbesar di Asia Tenggara itu mendapat kontrak pengadaan 31 rangkaian kereta (train set) LRT Jabodetabek senilai Rp 3,9 triliun. 

Berbeda dengan LRT Palembang, kereta pesanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk LRT Jabodebek itu menggunakan teknologi generasi terbaru dan lebih modern dibandingkan dengan LRT di negara-negara lain.‎

Kereta tersebut menerapkan moving blocksehinggasemuanya serba otomatis dan bisa dikendalikan tanpa masinis atau driverless.Untuk kelas LRT, teknologi itu diklaim paling modern saat ini.

Selain itu, LRT buatan INKA mampu melaju hingga 120 km per jam. Namun, saat beroperasi nanti kecepatannya kemungkinan dibatasi hanya 70 km per jam disesuaikan dengan jarak antarstasiun yang relatif pendek.

Khusus untuk LRT Jabodebek, jarak antar kereta atau headway hanya sekitar 1,5 menit sehingga akan ada 30 perjalanan per jam. Karena jaraknya relatif pendek, tidak boleh ada human error sehingga teknologi memegang peranan kunci.

Dari segi desain, INKA juga melakukan sejumlah penyempurnaan dari LRT sebelumnya. Untuk rancangan gerbong kereta, sepenuhnya menggunakan SDM dalam negeri.

Sinergi BUMN

Dalam pengembangan LRT tanpa masinis ini, INKA didukung sejumlah BUMN seperti PT Krakatau Steel dan PT Inalum, serta menggandeng beberapa vendor dari Eropa seperti mesin. Secara umum, kandungan lokal yang digunakan sudah mencapai 50 persen.

Selain kereta LRT, INKA berpengalaman membangun berbagai jenis kereta berpenggerak lainnya, seperti kereta rel listrik (KRL), kereta rel diesel Indonesia (KRDI), kereta rel diesel elektrik (KRDE), dan railbus. 

Selama ini INKA menjadi pemasok utama kereta penumpang, gerbong barang, dan kereta khusus, terutama untuk PT KAI. Bahkan, BUMN itu mengembangkan bus gandeng (articulated bus) untuk busway dan pendingin ruangan gerbong kereta penumpang.

Produk INKA tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga diminati negara lain. Trainsetbuatan perusahaan berbasis di Madiun, Jawa Timur, itu sudah diekspor ke Bangladesh berupa 500 gerbong kereta penumpang, serta ke Filipina sebanyak tiga lokomotif dan enam KRT. 

Untuk mengantisipasi permintaan di masa depan, INKA membangun pabrik baru di Banyuwangi, Jawa Timur. Fasilitas produksi itu menempati lahan seluas 80 hektare, lebih besar dibandingkan dengan pabrik di Madiun seluas 22 ha. 

Menurut Direktur Utama INKA Budi Noviantoro‎, pabrik di Banyuwangi bisa meningkatkan daya saing karena dekat dengan pelabuhan sehingga biaya pengiriman kereta akan lebih murah.

Pembangunan pabrik baru tersebut dimulai pada semester II 2018 dan jika tidak ada hambatan bisa beroperasi mulai 2019. INKA akan menjadikan pabrik Banyuwangi sebagai fasilitas produksi utama, sedangkan pabrik Madiun sebagai fasilitas pendukung.‎ (Media Industri)

Data Teknis LRT
Konfigurasi:Mc1 – T – Mc2
Desain kecepatan maksimum     :100 km/jam
Kecepatan maksimum operasional     :85 km/jam
Lebar sepur:1.067 mm
Beban gandar maksimal:12 ton
Panjang kereta:Mc = 18.000 mm
T = 18.000 mm
Lebar kereta (side wall):2.650 mm
Tinggi kereta dari atas rel:3.850 mm
Tinggi lantai dari atas rel:1.000 mm
Kapasitas tempat duduk:  Mc1 = 40 seats
  T = 48 seats
  Mc2 = 40 seats
Kapasitas penumpang berdiri:  Mc1 = 81 penumpang
  T = 89 penumpang
  Mc2 = 81 penumpang

Sumber: PT INKA

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id