Warna-Warni Indonesia

Kapolri: Indonesia Bakal Menjadi Raksasa Ekonomi Dunia

Ceramah di Mesjid Al-Furqan Bandar Lampung

JAKARTA (!) – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian optimistis Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi keempat terbesar di dunia pada 2050 apabila mampu menjaga tren postif stabilitas politik dan keamanan nasional.

Kapolri mengutip laporan Price Waterhouse Coopers (PWC) belum lama ini yang memprediksi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi kelima di dunia pada 2030 dan keempat terbesar dunia pada 2050, setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

“Tapi syaratnya situasi politik dan keamanan harus stabil,” kata Kapolri saat bersilaturahmi dengan jemaah mesjid Al-Furqan Bandar Lampung, Jumat (7/4). Tito didaulat oleh pengurus mesjid untuk menyampaikan ceramah singkat usai shalat Jumat.

Di hadapan ribuan jemaah, Kapolri menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tergolong sangat tinggi, yaitu 5,02 persen. Apabila momentun ekonomi ini tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi terus di atas 5 persen, Indonesia diyakini bisa menjadi ekonomi nomor empat dunia dengan pendapatan per kapita US$29.000 per tahun atau sekitar Rp400 juta.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, lanjut Tito, tidak bisa hanya mengandalkan APBN yang hanya berjumlah Rp1.800 triliun, sehingga tetap dibutuhkan investasi dari sektor swasta nasional dan luar negeri.

“Dari dalam negeri, orang kaya Indonesia yang kebetulan warga keturunan bisa diajak investasi untuk membangun ekonomi kerakyatan atau ekonomi syariah. Mereka bisa berbisnis tapi tetap menguntungkan masyarakat sekitar, jangan untung sendiri,” ujar Kapolri.

Baca Juga: Kapolri Belum Lihat Ada Negara Lain Punya Keberagaman dan Kebhinnekaan

Shalat Jumat di Masjid Al-Furqan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Kabaharkam Komjen Pol Putut Eko Bayuseno, Kadiv Humas Irjen Pol Boy Rafli Amar, Asisten SDM Irjen Pol Arief Sulistyanto, Brigjen Luki Hermawan, Kapolda Lampung Irjen Sudjarno, mantan anggota DPR RI Bursah Zarnubi, dan praktisi hukum Ari Yusuf Amir.

Di sela kunjungannya di Lampung, Kapolri juga meresmikan program Serve and Protect Integrated System (SPIS) di Polresta Bandar Lampung. SPIS adalah program teknologi informasi yang bertujuan mempercepat kinerja kepolisian dalam merespons laporan masyarakat.

Pada malam harinya, Kapolri dijadwalkan memberikan kuliah umum pada acara pelantikan Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Bagian Selatan (Badko HMI Sumbagsel) di Gedung Keratun .

Kapolri akan berceramah seputar dinamika politik global serta tantangan keamanan dan kebangsaan. (hl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com