Warna-Warni Indonesia
Menhub sambut kedatangan kapal besar peti kemas CMA-CGM Otello di Tanjung Priok. (Kemenhub)

Kapal Besar Sandar di Tanjung Priok, Efisiensi Logistik Meningkat

Pelayanan Baru JAX Service

JAKARTA (!) – Pelayaran langsung kapal raksasa milik perusahaan pelayaran Prancis, Compagnie Maritime d’Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM), dari Tanjung Priok Jakarta ke Amerika Serikat diyakini bisa memangkas biaya angkut hingga 30% dan mempersingkat waktu tempuh menjadi 10 hari.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, saat meresmikan layanan kapal CMA-CGM Otello di dermaga utara JICT, Minggu (23/4), mengatakan penurunan biaya tersebut akan meningkatkan efisiensi logistik di dalam negeri sehingga daya saing produk ekspor semakin kuat.

Pada acara itu, Menhub didampingi Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Elvyn G Masassya dan Direktur Utama PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Gunta Prabawa. JICT merupakan operator terminal yang melayani kapal CMA-CGM dalam layanan reguler tersebut.

CMA-CGM Otello berkapasitas 8.238 TEUs dengan panjang 334 meter merupakan kapal raksasa ketiga yang dilayani JICT, setelah CMA-CGM Titus pada 9 April dan CMA-CGM Tancredi pada 16 April 2017. Kedatangan kapal kali ini menandai dimulainya layanan reguler oleh kapal-kapal CMA-CGM dari dan ke Terminal JICT Tanjung Priok.

Menurut Menhub, daya saing Tanjung Priok sebenarnya tidak kalah dari pelabuhan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Dia meminta Pelindo II terus meningkatkan efisiensi dengan menetapkan biaya yang lebih kompetitif.

“Sekarang Pelabuhan Tanjung Priok sudah melayani 6 juta TEUs dan saya targetkan 2 tahun lagi Pelindo II dapat melayani kargo sebanyak 12 juta TEUs,” ungkap Budi Karya.

Kapal CMA-CGM Otello dijadwalkan berlayar Senin (24/4) dengan mengangkut garmen, kertas, furnitur dari Indonesia.

Kerja sama ini melayani pelayanan baru yang diberi nama Java South East Asia Express Services/Java Sea Express Services atau disingkat JAX Services. Service ini akan melayani rute Tanjung Priok ke West Coast (LA dan Oakland) AS secara rutin setiap minggu.

Direktur Utama Pelindo II berharap dengan kedatangan kapal tersebut, kargo-kargo di sekitar Pulau Jawa bisa ke Pelabuhan Tanjung Priok dahulu untuk dikirim ke negara tujuan daripada mampir ke Singapura. Dengan begitu, biaya logistik akan semakin kompetitif sehingga Tanjung Priok bisa menjadi pelabuhan transshipment di Asia Tenggara.

Sementara itu, Senior Vice President CMA-CGM Asia, Jean-Yves Duval menyatakan pihaknya sangat senang dapat membantu Indonesia melakukan lebih banyak ekspor ke Amerika Serikat.

“Indonesia merupakan pengembangan strategis di Asia Tenggara dan mungkin membuka peluang ekspor ke jaringan kami yaitu ke Afrika dan Amerika Latin,” ujar Duval.

Total bongkar muat selama tiga pekan ini tercatat terus meningkat dengan angka rata-rata 2.100 TEUs. Ini menunjukkan adanya tanggapan positif dari para pengguna jasa kepelabuhanan yang merasakan efisiensi dalam hal biaya logistik pengiriman barang dari Tanjung Priok ke West Coast AS. (arh)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com