Warna-Warni Indonesia
(foto: Kemenperin)

Jokowi: Pasar Besar, Indonesia Tujuan Utama Investasi Otomotif

Peresmian Pabrik Mitsubishi Motors

CIKARANG (!) – Presiden Joko Widodo meyakini Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi di industri otomotif karena memiliki pasar yang besar, apalagi disertai dengan perbaikan iklim investasi.

“Indonesia sekarang semakin kompetitif untuk industri otomotif,” kata Presiden pada peresmian pabrik PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Kawasan Greenland International Center (GCII), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4).

Presiden menunjuk data Kementerian Perindustrian bahwa pertumbuhan industri otomotif nasioal rata-rata di atas 10%. Pasar yang besar itu, lanjutnya, menambah daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden meminta seluruh pemangku kepentingan agar dapat memudahkan proses perizinan investasi.

“Investor jangan dipersulit agar ekonomi bergerak. Supaya makin banyak rakyat yang mendapatkan pekerjaan karena investasi itu bisa membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Presiden menegaskan industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang diprioritaskan pengembangannya karena berperan besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan banyaknya investasi, makin tambah lapangan pekerjaan. Adanya pabrik baru MMKI ini dapat menyerap tenaga kerja 3.000 orang,” ujarnya.

Meski demikian, Presiden berharap agar industri otomotif di Indonesia tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga mampu ekspor.

Dalam kesempatan itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melaporkan, saat ini produksi nasional untuk kendaraan roda empat mencapai 1,1 juta unit per tahun dengan jumlah ekspor 200.000 unit per tahun.

Adapun produksi kendaraan roda dua mencapai 6,5 juta unit per tahun dengan jumlah ekspor sebanyak 228.000 unit per tahun.

“Selanjutnya, industri otomotif telah menyerap tenaga sebanyak tiga juta orang di Indonesia. Dan, kami menargetkan total produksi nasional untuk kendaraan roda empat pada tahun 2020 sebesar 2,5 juta unit,” paparnya.

Menperin memastikan, investasi MMKI dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan industri otomotif di Indonesia, sekaligus berkontribusi besar bagi perekonomian nasional.

“Apalagi di kluster ini ada tiga industri otomotif besar, yakni Mitsubishi Motors, Suzuki, dan Wuling,” ujarnya.

Pada 2016, kontribusi subsektor industri alat angkutan, termasuk di dalamnya industri otomotif, terhadap PDB sektor industri nonmigas mencapai 10,47 persen atau terbesar kedua, setelah industri makanan dan minuman (32,84 persen).

Menurut Airlangga, total investasi MMKI sebesar Rp7,5 triliun. Pabrik baru ini seluas 51 hektare dengan kapasitas 160.000 unit per tahun, dan akan ditingkatkan menjadi 240.000 per tahun.

Pabrik ini melibatkan sebanyak 212 suplier lokal tier-1 dan 369 tier-2. “Langkah ini akan meningkatkan daya saing industri otomotif dan komponen dalam negeri,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, pembangunan pabrik baru MMKI merupakan salah satu bukti komitmen MMC dan mitra usahanya di Indonesia sejak 1970.

“Upaya ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi Mitsubishi untuk pasar dunia, yang mana salah satu produk andalannya, Mitsubishi Colt Diesel telah terjual satu juta unit,” ungkap Airlangga. (17)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com